Pasca Renovasi, Puskesmas Pembantu di Kecamatan Cipocok Belum Beroperasi

Puskesmas Pembantu di Kecamatan Cipocok, Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Warga Perumahan SS Pemda Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, untuk kembali membuka pelayanan di Puskesmas Pembantu di lingkungannya. Sebab, selama hampir enam bulan pasca direnovasi, Puskesmas tersebut tidak lagi beroperasi.

Ketua RT 02 RW 08 Kelurahan Banjar Agung , Kecamatan Cipocok Jaya Endang Suparman mengatakan, Puskesmas tersebut telah di renovasi pada pertengahan 2019 dan sudah selesai pekerjaannya. Namun, hingga saat ini tidak digunakan lagi dan terbengkalai. Bahkan beberapa waktu lalu listrik dibangunan itu pun telah dicabut.

“Kira-kira enam bulan yang lalu, sudah selesai tapi tidak dipergunakan lagi dan terbengkalai tidak terurus. Bahkan listrik pun dicabut. Saya dan warga merasa prihatin melihat keadaan seperti itu, dan tidak nyaman dilihatnya, mengganggu keindahan lingkungan,” katanya, Jumat (17/1/2020).

Sebelumnya, Puskesmas Pembantu itu telah membuka pelayanannya beberapa tahun lalu dan buka setiap hari, bahkan banyak warga yang melakukan pengobatan ke sana. Ia juga mengatakan, saat renovasi berlangsung pelayanan berpindah ke Puskesmas Banten Girang.

“Sempat buka, kemudian nginduk ke Puskesmas Banten Girang, dan sekarang ke Puskesmas Banjar Agung. Tapi setelah renovasi selesai tidak jelas penggunaannya sekarang,” ucapnya.

Bahkan, warga pun merasa terganggu dengan bangunan kosong tersebut. Mereka merasa khawatir adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Ya warga jelas terganggu dan tidak menutup kemungkinan di malam hari, kami tidak tahu seperti apa pintu-pintu yang tidak terkunci,” katanya.

Sementara warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, banyak warga yang datang untuk berobat namun Puskesmas tak kunjung buka.

“Tentu warga merasa kecewa, karena kami juga kan membutuhkan pelayanan kesehatan. Adanya puskesmas ini kan salah satu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menuturkan, sempat mendengar kabar kalau pembangunan puskesmas tersebut belum selesai, karena kekurangan anggaran.

“Yang saya dengar begitu, makanya belum dibuka pelayanannya. Tapi saya tahu betul pembangunan ini, anggarannya itu hampir Rp 200 juta. Kalau tidak salah, ada plang informasi itu tertulis Rp 197 juta lebih, mendekati Rp 200 juta,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang belum ada jawaban, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here