Pasca-Pergantian Tahun, Subadri Temukan Botol Miras di Alun-alun Kota Serang

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin bersama petugas kebersihan dan ormas Kota Serang saat melakukan bersih-bersih di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (1/1/2020). Subadri menemukan beberapa botol bekas miras di sekitar area tersebut.*

SERANG, (KB).- Pascaperayaan malam pergantian tahun, menyisakan sampah yang berserakan di Alun-alun Kota Serang, khususnya area Barat. Bahkan, Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta organisasi masyarakat (ormas), menemukan botol minum keras (miras) ketika melakukan bersih-bersih, Rabu (1/1/2020).

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin menyayangkan atas temuan botol miras di Alun-alun yang notabene merupakan area umum. Sebab, hal tersebut membuktikan jika di Kota Serang masih marak peredaran miras, baik penjual maupun pembelinya. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berulang kali melakukan inspeksi mendadak (sidak), di sejumlah tempat hiburan malam dan warung jamu.

“Yang namanya pergantian Tahun Baru, tentu ya macam-macam. Ada botol miras, ada botol anggur merah. Mungkin semalam, karena ada beberapa anak muda atau masyarakat yang merayakan pergantian Tahun Baru. Dengan adanya miras, tentu saya sedikit menyesalkan, karena masih ada warga Kota Serang yang mengonsumsi miras,” katanya, Rabu (1/1/2020).

Padahal, ucap dia, sebagian masyarakat Kota Serang dan ormas lainnya melakukan zikir dan doa bersama di masjid. Ia berharap, setelah pergantian tahun ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengonsumsi miras atau pun hal-hal yang berujung maksiat.

“Mudah-mudahan untuk 2020 masyarakat pun juga tidak lagi mengonsumsi hal-hal yang berujung kemudaratan. Sesuai perda, bahwa sekarang peredaran miras sudah diatur dalam Perda Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan (PUK). Itu kan tidak boleh lagi miras beredar di Kota Serang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Kota Serang Ipiyanto menuturkan, volume sampah pascaperayaan malam Tahun Baru jumlahnya tidak terlalu signifikan. Sebab, kegiatan perayaan tahun ini berbeda dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, karena masyarakat lebih banyak melaksanakan kegiatan ibadah dan memenuhi masjid serta tempat ibadah.

“Kalau untuk di alun-Alun sampahnya tidak sampai satu truk, dalam satu truk itu kapasitasnya mencapai 6 kubik. Jadi, volume sampah di alun-Alun itu tidak sampai 6 kubik, paling banyak sekitar 3 atau 4 kubik. Kalau volume di Pasar Lama dan kawasan Royal itu pengangkutan yang rutin-rutin saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya kegiatan bersih-bersih tersebut, diharapkan masyarakat dapat tergerak dan membiasakan diri mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. Maka, kebiasaan buruk atau perilaku masyarakat dapat berubah ke arah yang lebih baik lagi, sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah di Kota Serang. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here