Pasca-Pemasangan Spanduk Peringatan Nunggak Pajak, Sejumlah Wajib Pajak Masih Membandel

SERANG, (KB).- Pascapenerapan peringatan dengan pemasangan spanduk penunggak pajak pada sejumlah wajib pajak (WP) yang tidak taat, Pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang mengungkapkan, ada beberapa WP yang mulai mencicil kewajibannya. Namun ada juga sejumlah WP yang masih membandel dan belum juga membayar kewajibannya.

Kepala Bidang Penetapan dan Penagihan pada Bapenda Kabupaten Serang, Warnerry Poetry mengatakan, sejak dilakukan pemasangan spanduk peringatan tidak taat pajak, satu per satu WP hotel, restoran dan air tanah mulai mencicil dan membayar kewajibannya.

“Terutama yang sudah dipasang spanduk (ada yang langsung bayar),” ujarnya kepada Kabar Banten. Jumat (21/2/2020).

Meski demikian, kata dia, ada juga WP yang tetap membandel walau sudah dipasang spanduk peringatan. Bahkan ada juga yang spanduknya ditutupi sprei seperti yang dilakukan salah satu hotel.

“Tapi itu dinamika, ada yang mencabut (spanduk peringatan) juga, ada juga yang cepet bayar. Itu dinamika WP berbagai karakter,” katanya.

WP yang tempat usahanya sudah dipasangi spanduk peringatan nunggak pajak, kata Nerry , ada lima WP yakni tiga hotel, satu air tanah dan satu restoran. WP yang sudah mulai bayar ada tiga yakni dua hotel dan satu air tanah. Sementara satu hotel dan satu restoran masih membandel.

“Nanti kita lihat akan lakukan tindakan selanjutnya,” tuturnya.

Untuk WP yang tidak juga taat setelah diberi teguran, menurut Nerry, sebenarnya ada sanksi penyegelan, tapi pihaknya masih tahap persuasif.

“Itu sebenarnya sudah pidana tapi kita sebagai pemda masih mengayomi masyarakat bagaimana supaya mereka tidak perlu dipaksakan tapi nanti sadar untuk bayar,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah ada komunikasi dua kali dengan pemilik restoran yang menunggak pajak dan sudah ada niatan untuk membayar. Sedangkan untuk satu hotel yang masih menunggak pihaknya kesulitan berkomunikasi.

“(Tunggakannya) Rp 76 juta untuk yang hotel dari dua tahunan. biar katanya sepi tapi ada setorannya bukti laporan kalau dikita ada dua berdasarkan laporan atau tidak melapor, dua duanya kena tindakan jadi intinya harus bayar. Dia (Pihak hotelnya) orang sini susah dihubungi, itu dinamika nanti,” tuturnya.

Nerry mengatakan, kedepan pihaknya masih akan terus melakukan pemasangan spanduk di WP yang menunggak pajak. Dirinya memastikan jika pemasangan spanduk ini tetap menggunakan proses administrasi atau standar operasional prosedur (SOP) yakni surat peringatan satu sampai tiga.

“Jadi kita tidak asal pasang plang, surat teguran dulu tujuh hari, peringatan tujuh hari sampai surat pemberitahuan pemasangan, jadi kita tetap tunggu kalau gak ada respon kita pasang terpaksa. Saya kasih waktu 12 bulan sampai mana dia mau pasang spanduk itu, kita pemda tegas bisa tapi bagaimana caranya lunak dulu toh mereka juga masyarakat Kabupaten Serang. Minimal kita sudah peringatkan,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Agus Wahyudiono mengatakan, terkait pajak hotel dan restoran, pihaknya sudah koordinasi dengan Bapenda. Intinya bagaimana upaya meningkatkan pendapatan pajak perhotelan.

Agus mengatakan, salah satu upayanya yakni dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada tempat tempat yang belum taat pajak. Kemudian memasang alat tapping box sehingga akan nampak transaksi per satu hari.

“Memang perlu edukasi dan sosialisasi karena berkenaan setelah tsunami memang turun pendapatan. Tapi kita edukasi dan motivasi supaya pajak bisa baik dari perhotelan,” ujarnya.

Disinggung soal sanksi, politisi PKS itu menyebutkan, sanksi jelas adanya. Sebab sudah ada perda yang mengaturnya. Namun tetap hal itu dilakukan secara bertahap melalui jalur mediasi dulu dan menanyakan kendala di WP tersebut.

“Kalau memang tidak ada transaksi akan ada laporannya makanya kita pasang tapping box online kalau memang tidak ada tamu nampak disana kalau memang ada tapi tidak ada kontrol dari pemungut pajak nya atau OPD kita enggak tahu itu,” ucapnya.

Saat ini kata dia, alat tersebut sebenarnya sudah mulai dipasang hanya saja belum di seluruh WP atau baru sebagian kecil.

“Masih terbatas dari sekian ratus (WP) baru terpasang berapa belas. Upayanya kita dorong tapping box atau alat alat yang bisa online ke Bapenda. Insyallah (optimis tercapai) sesuai kemarin kita dorong supaya keliling dan memungut atau sosialisasikan kepada yang tidak taat pajak,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here