Pasca-Lebaran 2019, Disnakertrans Lebak Dipadati Pencaker

PASCA Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah, kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak dipadati para pencari kerja (pencaker) yang hendak membuat kartu tanda pencari kerja (AK1). Fenomena semacam itu selalu terjadi setiap tahunnya.

Kepala Disnakertrans setempat, Maman Suparman mengatakan, sejak pelayanan dibuka, Senin (10/6/2019) jumlah pemohon yang membuat kartu pencari kerja sudah sekitar 300 orang per hari. Jumlah tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan jika dibanding hari biasa yang hanya 20 orang per hari.

“Setiap pascalebaran, jumlah pemohon pembuatan kartu tanda pencari kerja memang selalu ramai,” kata Maman Suparman, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia, meningkatnya jumlah pemohon pembuatan kartu pencari semacam ini memang selalu terjadi setiap tahun. Pascalebaran, masyarakat banyak yang mencari kerja, baik di wilayah Kabupaten Lebak maupun di luar Lebak.

“Kebanyakan pemohon membuat kartu pencari kerja ya untuk mencari kerja. Walaupun sebagian untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Karena hal semacam ini selalu terjadi setiap tahunnya, kata dia, maka pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi agar pelayanan bisa berjalan maksimal. “Kita antisipasi dengan menyiagakan petugas tambahan di loket, agar bisa terlayani secara maksimal,” ucapnya.

Sementara, ketika disinggung ada berapa peluang usaha di Kabupaten Lebak untuk menampung masyarakat yang belum bekerja. Ia mengatakan, di Kabupaten Lebak terdapat 33 perusahaan besar, 17 perusahaan sedang dan 143 perusahaan kecil.

“Dengan jumlah perusahaan yang ada di Lebak, penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan lokal bisa meningkat,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut Maman, dalam menekan angka pengangguran masyarakat Kabupaten Lebak. Pihaknya selain terus melakukan pemberdayaan dengan sejumlah pelatihan, juga terus melakukan terobosan. Antara lain, program kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Antar Luar Negeri (AKAN).

“Alhamdulillah, sampai saat ini program tersebut sudah dua tahun berjalan, dan hasilnya cukup memuaskan. Sebab dari hasil monitoring kami, mereka yang mengikuti program AKAN dan AKAD taraf hidupnya jauh lebih baik dari sebelumnya,” tutur Maman.

46.000 warga menganggur

Pihaknya optimistis, walaupun saat ini masih terdapat 46.000 pengangguran di Kabupaten Lebak. Hal itu bisa terus ditekan dengan berbagai program. Apalagi, saat ini pemerintah pusat yang terus menggalakkan program infrastruktur salah satunya pembangunan Jalan Tol Serang- Panimbang.

“Investor akan lebih banyak masuk ke Lebak jika pembangunan tersebut selesai. Sebab, dipastikan investor yang masuk ke Lebak akan lebih banyak lagi. Sehingga, dengan kemajuan daerah ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengurangi angka pengangguran,” tuturnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here