Senin, 20 Agustus 2018

Pasca-Kebakaran, Pedagang Pasar Ciruas Bingung Lanjutkan Usaha

Puing-puing bangunan Pasar Tradisional Ciruas di Desa Citereup, Kecamatan Ciruas masih tampak berserakan. Garis polisi berwarna kuning masih terlihat terpasang dengan rapi di titik yang diduga menjadi sumber awal terjadinya kebakaran. Beberapa pedagang dengan gontainya sedang membersihkan sisa barang-barangnya pada Rabu (10/1/2018) lalu dilalap si jago merah. Wajah muram dan bingung tampak bercampur dalam dirinya.

Pasar yang telah lebih dari 20 tahun ditempatinya tersebut, hampir setengah bagiannya kini sudah tinggal berupa tembok kokoh berwarna hitam. Meski demikian, beberapa pedagang masih juga ada yang tetap melanjutkan berjualannya. Dengan memanfaatkan emperan dilengkapi tenda darurat yang dipasang di bahu jalan, para pedagang sayuran tersebut tetap berdagang.

Seorang pedagang, Ipul mengatakan, terpukul dengan adanya kebakaran tersebut. Terlebih ayahnya, Syahroni, yang selama ini bergantung hidup dari membuka toko kelontongan. Usaha yang telah sejak lama dirintisnya tersebut habis dalam sekejap. “Habis semua kang, enggak ada yang selamat barang mah,” katanya kepada Kabar Banten di lokasi, Jumat (12/1/2018).

Dengan dibantu istri dankerabatnya, dia sedang membersihkan sisa barangnya dengan menggunakan puluhan karung goni. Ia bingung untuk melanjutkan usahanya, sebab modalnya sudah turut habis dalam tragedi tersebut. “Tapi, mau bangun lagi rencananya mah, mau jualan lagi,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Jonida mengatakan, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat kebakaran tersebut. Terlebih, kios miliknya bukan hanya satu yang terbakar, namun tiga kios penuh dengan dagangan busana anak dan dewasa ludes pada Rabu (10/1/2018) lalu. “Punya saya kan leter L kiosnya,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Jon tersebut telah berjualan sejak pertama kali pasar tersebut dibuka, yakni sekitar 1989 lalu. Selama ini, dia menggantungkan kehidupannya dari berjualan. Tak ada usaha lain selain kios di Pasar Ciruas tersebut. Meski demikian, dia menuturkan, akan tetap membuka usahanya kembali.  “Buka lagi, tapi enggak tahu dari mana, mungkin pinjam ke bank. Tapi, pinjam ke bank juga kalau masih ada utang kan enggak bisa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Abdul Wahid mengatakan, saat ini masih melihat dan mengamati bantuan apa yang kira-kira diperlu diberikan. “Karena itu (pasar) milik pribad, jadi kami tidak lepas izin dulu dari pemiliknya. Taronya kami mau bantu tenda atau apa kami izin dulu,” katanya. Meski demikian, ujar dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pedagang terlebih dahulu. Sebab, jika memang harus dipindahkan, pihaknya perlu melakukan persiapan terkait lahan yang ada di sekitarnya dahulu. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *