Selasa, 21 Agustus 2018

Pasca Kebakaran Pabrik Petasan Kosambi, Polisi Amankan 50 Barang Bukti Dari Olah TKP

TANGERANG, (KB).- Petugas gabungan Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), pasca terjadinya kebakaran hebat dan ledakan  di pabrik petasan dan kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Pergudangan Dadap 99, jalan Raya SMPN 1 Kosambi Kabupaten Tangerang, Jumat (27/10/2017).

Dari hasil olah TKP penyidik mengamankan 50 barang bukti guna menyidik penyebab kebakaran hebat pabrik petasan dan kembang api tersebut  yang merenggut 47 nyawa pekerjanya. “Ada kawat untuk kembang api, sisa bahan-bahan, ada 28 sepeda motor milik karyawan dan mobil 20,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, terkait dengan barang bukti kasus kebakaran maut itu.

Pantauan Kabar Banten, selama kurang lebih satu jam tim gabungan melakukan pengecekan didalam pabrik, lokasi depan dan belakang pabrik. “Yang jelas,  kita bawa barang bukti yang masih utuh yakni, kembang api untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Ini semua untuk didalami dan diperiksa oleh tim di Polda,” imbuh Harry.

Dalam insiden pabrik petasan dan kembang api  terdapat 10 karyawan yang hilang. “Dari data ada 103 daftar manifes karyawan perusahaan itu,” ujar Harry. Namun setelah ditelusuri tiga dari sepuluh orang yang dilaporkan hilang dalam kebakaran pabrik petasan di Kosambi sebenarnya masih hidup. Polisi pun sudah mengantongi identitas ketiganya yang telah ditemukan hidup.

Ketiga korban hidup itu adalah Nur Yulia, Tajudin, dan Ridwan. Nur Yulia diketahui masih hidup ketika dia menjenguk rekannya di RS Ibu dan Anak Bun Kosambi. “Nur Yulia ini pada saat kejadian masuk kerja. Saat hendak mengisi presensi, dia melihat ada kobaran api dan langsung cepat-cepat lari keluar sehingga selamat,” kata Harry di lokasi kebakaran pabrik kembang api, Kosambi. Dua karyawan selamat lain bernama Tajudin dan Ridwan. Dua orang ini bertugas di luar pabrik. “Pada saat kejadian, keduanya ikut membawa kawan-kawannya keluar,” ujar Harry. 

Namun Tajudin dan Ridwan saat ini langsung pulang ke kampung halamannya di Provinsi Jawa Barat. Dengan terkuaknya nasib tiga korban ini, polisi tinggal mencari keberadaan tujuh orang yang sebelumnya dinyatakan hilang dan masuk manifes karyawan pabrik petasan Kosambi ini. “Kami harapkan mereka selamat. Sejauh ini evakuasi mayat di lokasi sudah tuntas, tidak ada korban hidup atau meninggal yang ada di dalam,” tutur Harry.

Tangkap Sang Pemilik 

Selain itu Polisi mengaku telah menangkap Indra Liyono (40), pemilik pabrik petasan dan kembang api di Kosambi. Indra dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas musibah kebakaran yang merenggut nyawa 47 orang dan melukai 46 orang itu. “Pemilik sudah kami kirim ke Polda Metro Jaya dua jam lalu,” kata Harry. Dikatakannya Indra saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya. “Indra Liyono sudah diperiksa,” ucapnya.

Adapun statusnya akan ditentukan Polda Metro Jaya setelah pemeriksaan saksi-saksi lain. Terkait dengan informasi banyaknya pekerja yang terjebak di dalam pabrik saat kebakaran terjadi karena pintu gerbang digembok, Harry menuturkan hal itu tidak benar. “Berdasarkan keterangan saksi yang berhasil selamat, mereka justru keluar dari pintu utama yang tidak terkunci,” katanya. Menurut Harry, banyaknya korban jiwa dan luka dalam kebakaran pabrik petasan Kosambi ini disebabkan oleh api yang sangat besar.

Dirawat Di IGD 

Sementara empat korban kebakaran hebat dan ledakan di pabrik petasan dan kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses masih menjalani perawatan serius di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tangerang.  Meski masih bisa dikenali, namun kondisi tubuh mereka mengenaskan, termasuk muka mengalami luka bakar hingga 70 persen. 

Petugas Crisis Center RSUD Tangerang Lili Kholidah menyatakan sejak hari pertama penanganan korban, tiga orang langsung masuk ICU. Mereka adalah Fatimah (15), Nurhayati (80), dan Lilis (22). “Menjadi empat, karena tadi pagi pukul 05.30 pasien bernama Sami (35) masuk ICU (IGD),” kata Lili, Jumat (27/10/2017). Lili mengatakan sebelumnya RSUD Tangerang hendak merujuk Sami ke RSCM, tetapi keluarga menolak dan memilih tetap dirawat di RSUD Tangerang. Sedangkan tiga pasien luka bakar dirawat di Ruang Soka. Mereka adalah Arni Puspita (32), M. Kadiman (16) dan Anggi (18).

Korban luka bakar lainnya sebanyak 34 orang dirawat di RSIA BUN Kosambi dan 5 korban dirawat di RS. Mitra Usada.  Direktur RS Ibu Anak Bun, Elliyanah mengatakan, saat ini pihaknya masih menangani secara intensif 16 pasien korban ledakan pabrik petasan. “Para pasien dirujuk karena luka bakar sangat dalam dan luas, kami tidak ada instalasi luka bakar, jadi kami rujuk para pasien ke RSUD,” kata Elliyanah. Ia  menjelaskan, hingga kini pihaknya juga telah memulangkan sebanyak 5 pasien korban ledakan yang merupakan warga sekitar Salembaran Raya. “Untuk yang kami pulangkan 5 pasien, mereka sudah bisa berobat jalan,” kata Elliyanah.

Sementara, dari 16 pasien yang sedang berada di kamar perawatan, beberapa pasien diantaranya akan kembali dipulangkan karena luka yang dialami pasien berangsur pulih. “Dalam waktu dekat ada beberapa pasien yang bisa pulang, kalau jumlahnya saya belum rinci, tapi ada beberapa ini sudah lebih baik,” tandasnya.  Elliyanah juga mengaku, pihaknya telah menerima sejumlah uang dari pihak PT Panca Buana Cahaya Sukses untuk biaya pengobatan sejumlah pasien yang menjadi korban ledakan pabrik petasan. “Kalau pembiayaan seluruhnya saya belum tahu dari mana,  tapi perusahaan sendiri sudah ada tanggung jawab,” ujar Elliyanah.

Namun dirinya enggan merinci berapa total uang yang telah diberikan oleh pihak perusahaan. Namun, dirinya mengaku bahwa uang tersebut disebutnya sebagai uang muka. “Jumlahnya ada, saya tidak bisa sebutkan. Tapi dari perusahaan itu memberikan mungkin sebesar uang muka atau DP,” kata dia. Hingga kini, pihak RSIA Bun juga belum mengetahui secara pasti sumber pembiayaan bagi para pasien korban ledakan tersebut.  “Sumber pembiayaan nantinya dari mana saya juga belum tahu, yang jelas saat ini kami baru menerima itu dari beberapa perwakilan pihak perusahaan,” tandasnya. 

Sebelumnya Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi korban luka di RSUD Kabupaten Tangerang telah menjamin seluruh biaya pengobatan bagi  para ledakan yang menjalani perawatan di RS melalui Jamkesda. Diketahui dalam kebakaran di pabrik petasan Kosambi itu, 47 korban dinyatakan tewas. Saat ini identifikasi korban masih berlangsung di RS Polri Kramatjati Jakarta Timur. (DA)***


Sekilas Info

Pemkot Tangerang Akan Bangun Gedung Baru SDN 15

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan membangun gedung baru untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *