Pasca-Idul Fitri 2019, PMI Kekurangan Persediaan Darah

Petugas PMI Kabupaten Serang menunjukan lemari penyimpanan darah yang kosong di Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang, Senin (10/6/2019). Pascalebaran, stok labu darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang kosong.

SERANG, (KB).- Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang pasca-Idul Fitri 2019 kosong. Hal ini disebabkan karena rata-rata pendonor masih berada di kampung halamannya (mudik). Oleh karena itu stok kantung darah di PMI menipis hingga kehabisan.

Mulai dari dua minggu jelang lebaran kemarin, sampai hari ini, persediaan darah di PMI masih belum mencukupi. Sedangkan seluruh rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten dan Kota Serang hanya mengandalkan dari PMI Kabupaten Serang.

“Biasanya dalam satu hari, kami (PMI) bisa mengeluarkan lebih dari 100 kantung darah untuk memenuhi kebutuhan pasien. Sedangkan saat ini, untuk memenuhi kebutuhan satu pasien saja kami tidak bisa. Karena kan satu pasien bisa membutuhkan lebih dari satu kantung darah,” ujar Staff Laboratorium PMI Kabupaten Serang Annisa Yuliani, Senin (10/6/2019).

Bahkan, kata Annisa, bagi pasien yang membutuhkan darah diminta membawa keluarga atau pendonor untuk diambil darahnya. Karena beberapa minggu belakangan ini sulit mencari pendonor. Selain karena mudik, sebagian pendonor juga beralasan puasa, sehingga enggan untuk mendonorkan darahnya.

“Jadi selama dua minggu sebelum lebaran sampai dengan hari ini, stok darah di kami (PMI) sekarat. Maka, kami meminta kepada keluarga pasien agar membawa pendonor kesini. Sesuai dengan golongan darah dan seberapa banyaknya kantung darah yang dibutuhkan,” katanya.

Namun ia menjelaskan, tidak semua darah dari pendonor layak untuk digunakan. Karena masih harus melalui beberapa tahapan dalam memproses darah yang nantinya akan ditranfusi kepada si pasien. Mulai dari karantina, proses skrining, sampai pemeriksaan virus yang terkandung dalam darah pendonor.

“Biasanya memang gagal diawal seleksi. Dari pendonor juga kan masih harus diproses. Minimal itu empat jam baru darah bisa dikatakan layak untuk digunakan. Jadi, kalau pasien harus tranfusi darah jam 17.00, minimal jam 13.00 darah sudah harus dapat,” katanya.

Annisa juga memprediksi, kalau persediaan darah akan mulai stabil per tanggal 15 Juni nanti. Karena pada tanggal tersebut, sejumlah kantor, perusahaan dan sekolah sudah mulai aktif beraktifitas seperti hari biasanya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here