Pasca-Gempa Banten, ACT-MRI Banten Buka Posko Bantuan

SERANG, (KB).- Pasca-gempa yang menguncang Provinsi Banten dengan magnitudo 6,9 hasil pemutakhiran BMKG yang sebelumnya sebesar 7,4 SR, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banten membuka posko bantuan, Sabtu (3/8/2019).

Dalam siaran pers ACT Banten, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten, Aat Soihat menyampaikan bahwa salah satu wilayah paling terdampak yaitu Kabupaten Pandeglang. Pasca-gempa, kondisi sudah kondusif dan aman terkendali. Masyarakat yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kondisi saat ini di Pandeglang secara kasat mata sudah kondusif serta relatif aman. Tetapi, masyarakat masih tetap siaga karena khawatir gempa susulan masih akan terjadi,” ujar Aat, Sabtu (3/8/2019).

Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) telah merilis laporan sebanyak 34 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, 57 unit rumah rusak. Serta 1 unit kantor desa dan 2 unit masjid turut mengalami kerusakan akibat gempa.

“Hingga kini, tim dari ACT beserta Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banten, ikut bergotong royong membantu warga dalam membersihkan puing-puing bangunan,” ujar Aat.

Ia menjelaskan bahwa bantuan belum banyak yang masuk ke desa-desa terdampak. Namun, sejumlah bantuan stimultan telah diturunkan oleh tim ACT bersama dengan MRI Banten sejak Sabtu (3/8/2019) pagi.

Sejauh ini bantuan yang paling dibutuhkan warga adalah makanan dan kebutuhan pokok serta tempat atau alas untuk beristirahat dikarenakan banyak dari mereka yang rumahnya hancur akibat gempa.

“Kami membuka posko utama di kantor ACT Serang untuk kesiapsiagaan atas bencana ini. Ada juga posko di Pandegelang, sementara ini di Desa Panjang Jaya, yang merupakan daerah terparah yang terdampak gempa. Pagi ini juga ACT dan MRI Banten langsung memberikan bantuan pokok karena memang belum ada bantuan yang masuk ke sana,” tutur Aat. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here