Sabtu, 17 November 2018

Pasca-Direksi Baru, PT Serang Berkah Mandiri Diminta Buat Usaha Alternatif

SERANG, (KB).- Komisi III DPRD Kabupaten Serang meminta unsur Direksi PT Serang Berkah Mandiri (SBM) yang baru untuk menggali potensi bisnis yang baru atau membuat usaha alternatif. Hal tersebut dinilai perlu dilakukan, agar usaha badan usaha milik daerah (BUMD) pemkab tersebut bisa berkembang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Mansur Barmawi mengatakan, Komisi III sebenarnya sudah menyampaikan ke unsur Direksi SBM sebelumnya saat rapat internal antara Komisi III dan SBM, bahwa harusnya ada usaha alternatif yang diupayakan SBM.  “Kami gali potensi usaha atau bisnis yang ada di kabupaten. Di Kabupaten Serang kan ada sekitar 400 perusahaan dan ini saya kira bisa dijadikan mitra oleh SBM, lihat peluang bisnisnya apa dari perusahaan itu, sehingga biayanya tidak terlalu tinggi, variable cost-nya tidak terlalu tinggi jadinya,” katanya, Ahad (14/1/2018).

Ia menuturkan, dahulu SBM memang fokus ke bisnis profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) bagus saat berkembang, bahkan bisa memberi deviden sampai Rp 3 miliar.  “Artinya labanya lebih besar, itu (deviden) kan 60 persen dar laba yang diperoleh, nah saat bisnis Protelindo jenuh, maka harus ada usaha alternatif, jadi ketika peluang berkurang, usaha SBM tetap survive. Tapi, ini sepertinya tidak terantisipasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, Komisi III berharap, unsur Direksi atau Pimpinan Perusahaan SBM yang baru harus punya kemampuan pemahaman pengetahuan usaha yang cukup baik, sehingga SBM bisa kembali berkembang dan bisa menopang pembangunan melalui sumbangsih ke pemda. “SBM ini kan murni bisnis, beda dengan PDAM, mereka ada sisi sosialnya, jadi ada target-target sosial yang harus dipikirkan. Kalau SBM kan murni bisnis atau usaha, sehingga ukurannya ya untung dan rugi,” ucapnya.

Sementara, terkait kegiatan usaha SBM, menurut Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, sekarang SBM boleh melakukan kegiatan usaha di Kabupaten Serang, karena sekarang pekerjaan sudah melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). “Jadi, walaupun dia perusahaan daerah belum tentu dia bisa dititip -titipkan begitu, gak bisa, karena sistem elektronik,” tuturnya.

Jika dahulu, kata dia, memang perusahaan daerah SBM di harapkan jangan sampai menjadi kompetitor perusahaan lokal, karena dahulu pemda ingin mendewasakan perusahaan lokal, makanya dahulu perusahaannya ada yang di Bogor dan Lampung.  “Tapi, sekarang boleh lokal juga, dulu tidak ada peraturan tertulis, cuma ada semacam etika lah mungkin, kami tidak mau SBM jadi kompetitor teman-teman yang pengusaha lokal terutama yang di bidang konstruksi. Tapi, sekarang silakan saja,” ujarnya. (YY)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *