Pasar Tani Ajang Promosikan Produk

SEJUMLAH pengunjung tampak mengunjungi stan pasar tani.*

KEBERADAAN stan Pasar Tani pada acara HUT ke-144 Kabupaten Pandeglang menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung di Alun-alun Kota Pandeglang. Tidak hanya itu, Pasar Tani juga menjadi angin segar bagi para petani, karena berkesempatan menjual dan memamerkan produk pertaniannya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi Santoso Januari mengatakan, Pasar Tani di HUT Pandeglang ini merupakan momentum untuk mempromosikan produk pertanian lokal. Selain itu, adanya event seperti Pasar Tani juga dapat menjadi sarana untuk memudahkan jalur distribusi pasar pertanian. “Hasil pertanian cepat rusak (Perishable) memaksa produk harus segera di pasarkan. Jika telat, jangan harap punya harga yang pas dan pantas untuk petani,” katanya.

Menurutnya, pasar tani sangat membantu petani menjual produknya langsung ke end-user atau konsumen. Sebab, panjangnya rantai tataniaga (jalur distribusi) berakibat pada tingginya marjin atau selisih harga antara harga beli di petani dengan harga jual produk ke konsumen. ”Saya harap event Pasar Tani bisa menjawab masalah itu,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini.

Selain itu, kata dia, pasar tani juga sebagai ajang bagi petani dan pelaku usaha pertanian mengenalkan produk unggulannya ke masyarakat. Dengan dikenalnya produk pertanian oleh masyarakat, tentu dapat mendorong masyarakat lebih cinta terhadap produk asli daerah. ”Harus kenal dulu, maka cinta. Nah begitu juga dengan mengenal produk lokal, harus diperkenalkan dulu kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Hortikultura, Heni Supiani menambahkan, dengan digelarnya pasar tani, produsen atau petani dan pembeli sama-sama diuntungkan. Karena ini berpengaruh pada panjangnya tataniaga hasil pertanian. ”Misalnya harga cabai, di pasar tani lebih murah sekitar Rp 5.000, dibanding harga di pasar,” ucapnya.

Event Pasar Tani, kata dia, akan menjadi agenda rutin. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa dibentuk asosiasi para pelaku usaha di bidang pertanian. Sebab, pasar tani tentunya melibatkan pelaku usaha dari berbagai sub sektor pertanian, seperti sub sektor peternakan, hortikultura sayuran, perkebunan, pelaku usaha hidroponik hingga dari Kelompok Wanita Tani (KWT). ”Tahun 2018, pasar tani rencananya akan digelar kembali pada bulan Agustus dan November,” tuturnya. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here