Pasar Kaulinan Menes Lestarikan Budaya Bangsa

Pasar Kaulinan Menes (PKM) merupakan sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya leluhur bangsa. Karenanya, lewat sarana tersebut kita bisa memiliki kekayaan kesenian dan budaya lokal. Pasar Kaulinan Menes telah menjadi salah satu destinasi wisata lokal. Karena di dalamnya mengandung pesan ajakan kepada masyarakat Pandeglang agar terus membumikan budaya dan permainan zaman dahulu, karena fenomena yang terjadi saat ini banyak yang melupakan budaya daerah, khususnya di Pandeglang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Pasar Kaulinan Menes merupakan pasar digital yang ada di Kabupaten Pandeglang. Pasar kaulinan tersebut memiliki peran dan fungsi melestarikan kesenian dan kebudayaan lokal yang hampir ditinggalkan banyak orang.

“PKM itu sendiri kan sebagai perwujudan dan keinginan Kementerian Pariwisata, jadi PKM masuk dari 100 pasar digital di Indonesia. PKM ini bisa mengedukasi masyarakat agar sadar terhadap potensi pariwisata yang ada di daerahnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati saat ditemui di PKM, Ahad (22/7/2018).

Sementarta itu, Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Pandeglang Imang mengatakan, PKM tersebut dirintis sebagai sarana untuk melestarikan dan membangkitkan kesenian dan permainan peninggalan leluhur bangsa. Pasar Digital Kaulinan Menes ini juga bertujuan untuk menggali potensi destinasi wisata dan mengajak masyarakat Pandeglang untuk mengenal permainan tempo dulu.

“Genpi itu hanya membantu memviralkan wisata saja dan Pasar Kaulinan Menes ini hanya hadir karena ada Genpinya. Sesuai program pemerintah, bahwa untuk membuat pasar kaulinan itu kan salah satu syaratnya harus ada Genpinya yang bertugas membantu viralisasi. Nah, lewat pasar digital ini kita juga mengembangkan dan mengenalkan budaya dan seni kearifan lokal yang ada,” ucapnya.

Dalam pengembangan pasar digital, lanjut Imang, Genpi Pandeglang berencana akan membuat pasar digital di daerah Tanjung Lesung. Tetapi untuk tahapannya masih dalam proses analisis potensi di sana, sehingga jika sudah fix kehadiran pasar tersebut tidak akan sia-sia.

“Kita berencana akan membuat pasar digital baru lagi di Tanjung Lesung dan kita berharap pasar tersebut menjadi daya tarik wisatawan. Kehadirannya tidak mubazir dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pembangunan pasar digital di Tanjung Lesung harus terprogram karena non budget, jadi kita harus lebih jeli dalam menjalankan program tersebut,” ucapnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here