Selasa, 16 Oktober 2018

Pasar Kaulinan Dongkrak Pariwisata Indonesia

Setelah sukses dengan pasar digital Kampung Bekelir di Kota Tangerang, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banten bersama Dinas Pariwisata Provinsi Banten didukung Kementerian Pariwisata kembali menggelar Pasar Digital ‘Kaulinan’ Menes. Pasar Digital kaulinan Menes telah dikampanyekan pada Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornaspar) di Bali pada 22-23 Maret 2018.

Kesuksesan destinasi digital di beberapa daerah di Indonesia membuat Kemenpar mencanangkan program 100 Pasar GenPI atau 100 Destinasi Digital di 2018 ini yang akan berkontribusi mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia. Dikutip Dispar.bantenprov.go.id, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, pasar digital yang dikemas kedalam atraksi wisata tersebut menampilkan kreativitas dari anggota GenPI Banten yang berkolaborasi dengan GenPI Pandeglang dengan menggandeng komunitas dan lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam mengisi kegiatan di Pasar Kaulinan Menes.

”Melalui kreativitas, Pasar Kaulinan Menes diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan pada akhirnya dapat menyejahterakan masyarakat, sinergitas berbagai unsur yang terlibat akan menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan,” kata Kadis Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyati.

Pasar Kaulinan Menes kedepannya bisa menjadi contoh pasar tradisional yang mengusung nilai kreativitas anak muda, menciptakan wahana senang bermain dan berbagi untuk anak-anak desa. Melalui pasar ini, masyarakat dapat memahami sisi solidaritas dengan terciptanya berbagai aktivitas mulai dari melestarikan budaya, tradisi kearifan lokal, serta bangga dengan sumber daya alam dan manusia yang ada.

”Semoga Pasar Kaulinan ini bisa menjadi destinasi wisata favorit warga melalui nilai edukatifnya bagi anak, tempatnya indah dan instagramable, makanya murah dan terjangkau sehingga layak untuk jadi tempat refreshing bagi keluarga. Selain itu, kedepannya pengunjung yang hadir pun tidak hanya dari Banten namun pengunjung luar daerah pun bisa ikut menikmati pesona Pasar Kaulinan Menes,” tuturnya.

Permainan tradisional

Dibuka sekitar pukul 07.30, Pasar Kaulinan langsung diramaikan oleh masyarakat yang hendak berswafoto ria, memainkan beragam permainan tradisional di antaranya enggrang, congklak dan panahan sekaligus mencicipi jajanan yang dijual hingga mengikuti berbagai macam perlombaan yang digelar.

Tidak ketinggalan, kesenian tradisional seperti silat dan debus turut menjadi hiburan bagi warga yang datang. Silat dan debus sendiri merupakan kesenian khas Banten yang harus dilestarikan. Bagi pengunjung yang menyukai wisata kuliner, di sebelah selatan panggung disediakan saung berbagai macam makanan dan minuman tradisional. Ada kue balok, bubur sop, es goyobod, es sereh, uli dan bermacam kuliner yang menggugah selera.

Pasar Kaulinan Menes juga memiliki ciri khas yang menarik seperti sistem jual beli yang dilakukan menggunakan uang batok. Sebelum membeli makanan, para pengunjung diminta untuk menukarkan uang dengan uang batok yang disediakan panitia. Uang batok ini yang digunakan untuk berkegiatan jual beli sesuai dengan nominal (angka) yang tertera pada batok tersebut.

Soft Launching Pasar Kaulinan Menes diisi oleh berbagai perlombaan yang diadakan yang menjadi daya tarik tersendiri di antaranya, melukis caping kategori usia 9 hingga 15 tahun, pelatihan jurnalistik dan lomba menulis berita, lomba foto, dan vlog bagi peserta yang memiliki kamera atau smartphone hingga lomba memancing. Yuk berkunjung ke Pasar Kaulinan Menes. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Pengunjung Bedolan Pamarayan Diprediksi Naik

SERANG, (KB).- Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, memerkirakan jumlah kunjungan Bedol Pamarayan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *