Pasar Ciruas Kebakaran: Pemadam Sempat Kesulitan Air

SERANG, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengaku sempat mengalami kesulitan air saat proses pemadaman api di Pasar Ciruas, Desa Citereup, Kecamatan Ciruas. Pantauan kabar banten, pasca dilakukan pendinginan tampak para pedagang mulai memindahkan barang barangnya. Namun beberapa kali di ruko-ruko tersebut terjadi ledakan kecil dan kobaran api pun kembali terjadi. Namun kemudian kondisi itu berhasil dipadamkan.

Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Jhoni Erwangga mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman. Padahal api yang membesar di Pasar Ciruas tersebut sebenarnya telah dapat dikontrol sejak jam 5 pagi. “Kita kesulian air, jadi udah dikontrol jam 5 api besar lagi,” ujarnya kepada Kabar Banten dilokasi.

Seharusnya kata dia, pasca dilakukan pemadaman tersebut pihaknya tinggal melakukan pendinginan. Namjn karena sulitnya air, akhirnya api pun kembali membesar. Selain itu beberapa faktor juga membuat proses pemadaman menjadi sulit. “Satu konatruksi bangunan, karena masih banyak yang terbuat dari kayu. Kemudian secara dominan ruko itu memang yang ditengah jualan bahan atau pakaian. Itu kan lumayan susah padam. Terus llambatnya api padam karena air susah,” tuturnya.

Baca Juga: Pasar Ciruas Kebakaran

Pada peristiwa itu, beberapa barang memang berhasil dievakuasi. Sebab pada saat jam 4 pagi beberapa pedagang sudah banyak yang berdatangan. Lalu kemudian mereka membawa barangnya ke ruko blok belakang. “Karena ruko belakang waktu itu belum kebakar,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari berbagai pihak, Jhoni mengatakan kebakaran tersebut terjadi karena adanya hubungan arus listrik. Selain itu disalah satu toko bakso yang berada di blok depan terjadi kebocoran gas. “Toko 117 milik H. Hapipi, kerugian masih belum bisa ditaksir karena kerugian ada barang yang disini punya pedagang,” tuturnya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here