Pasar Baros Terbakar, Pemkab Serang Belum Tentukan Lokasi Pasar Darurat

Kondisi Pasar Baros Pascakebakaran Ahad (10/11/2019). Untuk Pasar Darurat di Baros Pemkab Serang Belum Tentukan Lokasi.*

SERANG,(KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang belum menentukan lokasi pembangunan pasar darurat untuk pedagang korban kebakaran Pasar Baros pada Ahad (10/11/2019). Hal itu karena saat ini rencana tersebut masih dalam pembahasan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, penanganan darurat Pasar Baros harus segera. Namun untuk pembangunan pasar sementara, lokasinya belum diputuskan dimana.

“Nanti kita bahas bareng, termasuk provinsi yang berkepentingan dengan jalan sepanjang Serang – Pandeglang untuk pelebaran,” ujarnya kepada Kabar Banten, Kamis (14/11/2019).

Entus mengatakan, untuk anggaran yang akan digunakan bersumber dari dana Tidak Terduga (TT). Dimana saat ini dana TT Kabupaten Serang masih tersisa dibawah satu miliar. “Itu masih dihitung, kalau darurat hanya bedeng dicukup cukupkan,” katanya.

Baca Juga : Pasar Baros Kebakaran

Sedangkan untuk bantuan modal bagi pedagang, kata Entus, saat ini belum berbicara ke arah sana. Ia mengatakan, yang menjadi fokus saat ini yakni menghitung kebutuhan anggaran agar sesuai dengan dana TT.

“Sedang disesuaikan dengan dana, kita tugaskan perkim untuk bangun pasar sementara,” ucapnya.

Dirinya mengaku belum bisa memastikan pasar darurat itu mulai dibangun. Sebab saat ini pihaknya baru melakukan penetapan status bencana kebakaran saja.

“Berdasarkan penetapan itu (Bencana kebakaran) maka bisa gunakan dana TT. Proses administrasi dulu tanpa itu (status) enggak bisa gunakan dana TT,” tuturnya.

Disinggung soal pembangunan Pasar Baros permanen, Entus mengatakan belum bisa dilakukan tahun ini atau 2020. Sebab untuk anggaran tahun 2019 sudah ditutup. “Di 2020 juga belum, kita akan ajukan ke pusat bantuannya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan kios Pasar Baros terbakar, Abad (10/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 miliar.

Pasar Padarincang

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari menuturkan, pihaknya menargetkan pembangunan Pasar Padarincang akan selesai di Desember 2019.

Saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Sehingga pihaknya meyakini target pembangunan akan tercapai, sebab sejauh ini belum ditemukan kendala-kendala yang signifikan. “Pasti selesai lah insya Allah karena sejauh ini juga tidak ada kendala yang menghambat pembangunan,” kata Titi kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Titi mengatakan, ada sekitar 160 kios yang dibangun di Pasar Padarincang . Selain itu, ada pula sebanyak 190 los kering dan 50 los basah. Sementara, untuk total pedagang yang akan mengisi sebanyak 368 pedagang. Pembangunannya menghabiskan anggaran sebanyak Rp 4,2 miliar. “Mudah-mudahan bisa selesai akhir tahun ini,” ujarnya. (DN/TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here