Parpol Siap-siap Hadapi Pilkada Cilegon 2020

CILEGON, (KB).- Sejumlah partai politik (Parpol) di Kota Cilegon mulai bersiap-siap menghadapi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Kabarnya, beberapa parpol daerah itu telah membuka pintu untuk berkoalisi untuk mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas mengatakan, walau partainya meraih 10 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon), pihaknya tetap akan melakukan koalisi dengan partai lain.

”Memang salah satu persyaratan untuk mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, parpol atau gabungan parpol minimal memiliki 8 kursi DPRD atau 20 persen dari jumlah kursi DPRD. Namun kami tetap melakukan koalisi yang merupakan bagian dari demokrasi,” katanya, Selasa (11/6/2019).

Dia menuturkan, Partai Golkar terbuka bagi siapa saja dan siap membuka koalisi pada Pilkada 2020 mendatang. Bahkan sejauh ini komunikasi sedang dilakukan agar tetap terciptanya demokrasi yang bagus dalam menghadapi Pilkada nanti.

Koalisi parpol, menurut dia, perlu dilakukan untuk kerja sama membangun sebuah pemerintahan yang kuat demi mewujudkan dan merealisasikan pembangunan Kota Cilegon. ”Pada beberapa pilkada juga partai kami membangun koalisi dengan partai lain,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Banten Helldy Agustian. Dia mengatakan, dengan memperoleh 4 kursi, Partai Berkarya harus berkoalisi dengan partai lain, sehingga syarat untuk dapat mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota bisa terpenuhi.

”Kami akan melakukan komunikasi politik dengan partai. Karena partai kami hanya mempunyai 4 kursi, sedangkan syaratnya adalah 8, tentu kami akan menggandeng partai lainnya,” tuturnya.

Dia berharap koalisi parpol pengusung Capres Prabowo-Sandiaga Uno bisa berlanjut pada Pilkada Kota Cilegon 2020. Selama ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pengurus parpol lainnya. Artinya, kata dia, guna melanjutkan koalisi pada Pilkada mendatang yang harus dibangun adalah komunikasi.

”Komunikasi politik itu adalah hal yang wajar, dimana semua parpol pasti akan melakukan komunikasi. Jadi secara jelas, kami siap berkoalisi dengan partai manapun,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Cilegon Reno Yanuar mengatakan, partainya siap membuka pintu koalisi dengan partai lainnya. Karena, partainya juga hanya meraih 4 kursi di DPRD Kota Cilegon. Maka untuk memenuhi syarat pencalonan harus berkoalisi dengan partai lain.

”Kami sudah melakukan komunikasi dalam menghadapi Pilkada Cilegon yang akan datang. Tunggu saja nanti, karena kami sedang melakukan penjajakan,” ucap Reno. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here