Parpol Harus Beri Pendidikan Politik kepada Masyarakat

CILEGON, (KB).- Partai politik (parpol) harus bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga masyarakat memahami apa yang menjadi tujuan didirikannya parpol.

Hal tersebut dikatakan oleh Asda I Pemkot Cilegon Taufiqurahman di sela-sela kegiatan Penguatan Peran Partai Politik dalam persiapan pilkada di salah satu hotel Kota Cilegon, Senin (18/11/2019).

Kegiatan tersebut, dihadiri puluhan kader utusan Parpol yang ada di Kota Cilegon. Sementara, hadir sebagai narasumber dari Dirjen Kemendagri Bidang Kesbangpol serta Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Irfan Alfi.

Ia menuturkan, sejarah perkembangan parpol di Indonesia sangat mewarnai demokrasi di negara ini. Awal lahirnya parpol, adalah keinginan dari merdeka dan mempertahankan kemerdekaan serta mengisi pembangunan.

Parpol lahir dari berbagai aspirasi rakyat yang berkeinginan untuk bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perkembanganya ditandai dengan bermunculannya banyak partai. Secara teori, kata dia, makin banyak parpol memberi kemungkinan lebih bagi rakyat untuk menyalurkan aspirasinya.

Adapun faktor pendukung parpol, sampai saat ini, adalah masih diterimanya Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan wujud kesadaran berpolitik sebagai akar dari demokrasi.

“Hal ini menandakan kesadaran berpolitik di masyarakat masih tinggi dan atensi politik terhadap penyelenggaraan kepemimpinan nasional,” ujarnya.

Peran parpol, tutur dia, juga sebagai penyalur aspirasi politik dan juga sebagai sarana pengatur konflik. Hal tersebut yang harus dipertahankan apalagi Kota Cilegon akan menyelenggarakan pilkada pada 2020.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon Suparman menuturkan, kegiatan tersebut, bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pengurus parpol tentang hak dan kewajiban parpol di daerah.

“Para peserta yang terdiri atas utusan parpol. Mereka kami kumpulkan untuk tujuan yang sama, yakni memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat. Mulai dari persepsi serta sejarah parpol, agar masyarakat bisa memahami dan menerima,” ucapnya.

Pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan tersebut, karena saat ini banyak parpol baru. Meskipun beberapa beberapa partai baru tidak mendapat kursi parlemen, akan tetapi adalah kewajiban pihaknya untuk terus melakukan sosialisasi penguatan keberadaan parpol di masyarakat.

”Jangan sampai masyarakat salah persepsi apalagi sampai menimbulkan apatis. Jadi, orang itu masuk ke parpol tujuannya seperti apa dan bagaimana, mereka yang menjadi pengurus parpol harus bisa menjelaskan ke masyarakat,” ucapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here