Selasa, 18 Desember 2018

Parpol Dinilai Kurang Kreatif

TANGERANG, (KB).- Partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 dinilai kurang kreatif dalam mendulang basis massa. Ini karena masih ada saja parpol yang memanfaatkan perangkat pemerintahan, seperti lurah untuk menyentuh basis akar rumput.

“Ini merupakan pola lama untuk mendulang suara sebanyaknya, yaitu dengan memanfaatkan kekuatan lurah untuk menyentuh basis suara akar rumput,” kata Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak.

Meski lurah-lurah yang diduga masuk ke dalam kepengurusan parpol bukan aparatur sipil negara (ASN), namun menurut dia, para lurah tersebut tetap harus tetap ditindak. Karena, biar bagaimana pun jabatan lurah bukanlah jabatan politis, seperti DPRD dan kepala daerah.

“Apalagi mereka itu kan masih aktif sebagai pejabat di tingkat kelurahan, di mana yang bersentuhan langsung dengan pendanaan daerah yang bersumber dari APBD, tentu ini akan menjadi ketakutan banyak pihak akan adanya penyalahgunaan kewenangan hanya untuk politik praktis, meski sampai sekarang belum terbukti,” ujarnya.

Bagi seluruh lurah yang terbukti sebagai anggota pengurus parpol, menurut dia, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Karena, hal tersebut juga telah melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 4 Tahun 2014.

“Mereka tentunya harus mengundurkan diri, meskipun terdaftar di parpol hanya sebagai anggota biasa, karena ini jelas melanggar dan ini juga jelas sangat tidak sejalan dengan prinsip good governance,” ucapnya.

Diberitakan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melansir sedikitnya dari tujuh pelaksana tugas (plt) lurah dan seorang sekretaris lurah diduga terdaftar di parpol peserta Pemilu 2019. Kedelapan perangkat pemerintah tersebut dipanggil panitia pengawas pemilu (panwaslu) setempat. (DA)***


Sekilas Info

56 Aset Bakal Diserahkan saat HUT Kabupaten Tangerang

TANGERANG, (KB).- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan akan menyerahkan 56 bidang aset milik Pemerintah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *