Parkir Belum Berizin, Inspektorat Kota Serang Akan Dalami Pungutan Pajak

SERANG, (KB).- Inspektorat Kota Serang menyatakan akan mendalami dasar hukum tentang pemungutan pajak parkir, di lokasi yang belum memiliki izin operasinya seperti di salah satu supermarket di Kota Serang.

Inspektur Kota Serang Yudi Suryadi menyatakan, untuk mengetahui boleh atau tidaknya, suatu objek pajak yang belum memiliki izin operasi dipungut pajak. Ia terlebih dahulu harus mendalami dasar hukum terkait penarikan pajak.

“Coba nanti kami cari undang-undangnya, sebagai bahan masukan baik ke Dishub maupun BPKAD,” katanya, Jumat (27/12/2019).

Menurut dia, BPKAD tidak mungkin melakukan pungutan pajak parkir, jika tidak memilki dasar hukumnya, sehingga untuk memastikan hal tersebut, pihaknya akan melakukan pendalaman dasar hukumnya.

“Seharusnya izinya ada pajaknya ditarik, cuma di situ ada dua aturan secara teknis ada aturan pajak parkir,” ujarnya.

Baca Juga : Pengelola Parkir Giant Belum Kantongi Izin, Dewan Desak Penghargaan Dicabut

Aturan penarikan pajak parkir tersebut, ucap dia, tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. Aturan tersebut yang akan dia pelajari dan dalami untuk mencari kepastiannya.

“Ada aturan pajak parkir itu di undang-undang nomor 28, coba nanti kami cari aturannya,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Serang menyoal tentang penarikan pajak parkir, yang dikelola pihak ketiga di salah satu supermarket tersebut. Hal tersebut, karena parkir di lokasi itu belum memilki izin operasionalnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Ahmad menuturkan, hal tersebut diketahui setelah Komisi III menggelar inspeksi mendadak (sidak) diparkir supermarket tersebut, beberapa waktu lalu.

Dalam dokumen tersebut, pengelolaan parkir sudah beroperasi sejak 2016 lalu, namun pihak pengelola mengklaim selalu menyetorkan pajak ke kas daerah.

“Setiap tahun setor ke kas daerah, yang jadi pertanyaan operasionalisasi kegiatannya belum berizin, kemudian dasar pemungutan pajaknya apa,” katanya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here