Pariwisata Kian Terpuruk, PHRI Kab. Serang Ajukan 8 Rekomendasi

SERANG, (KB).- Setelah dua tahun belakangan terpuruk akibat bencana tsunami, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), dan kini pandemic Covid-19, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Anyer Kabupaten Serang  mengajukan delapanrekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Serang.

Rekomendasi yang diajukan sebagai bentuk dukungan untuk bisa bertahan dan keluar dari masa-masa sulit tersebut dicetuskan jajaran Caretaker Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang.

Ketua Caretaker PHRI Kabupaten Serang Sukarjo menjelaskan, rekomendasi diajukan setelah pihaknya mengadakan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat daerah terkait. Di antaranya Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Serang, Disporapar Kabupaten Serang, dan Dinas Pariwasata Provinsi Banten.

“Rekomendasi ini sangat kami butuhkan dalam upaya bertahan di tengah kesulitan akibat wabah Covid-19,” kata Sukarjo yang juga General Manager Hotel Nuansa Bali dalam keterangan pers yang diterima Kabar Banten, Kamis pagi (4/6/2020).

Ke delapan rekomendasi adalah sebagai berikut:

  1. Penundaan atau penghapusan Pembayaran Pajak Hotel Dan Restoran dalam waktu tertentu
  2. Pembebasan biaya BPJS Tenaga Kerja
  3. Pengurangan biaya listrik dan air
  4. Menunda pembayaran pajak penghasilan PPh 21
  5. Penghapusan denda keterlambatan pembayaran Pajak PPh21
  6. Pembebasan pembayaran Pajak Penerangan Jalan
  7. Pembebasan pembayaran Pajak Reklame 
  8. Diskon Abunemen Listrik 

Ribuan Hotel Tutup

Sementara Ketua Harian Caretaker PHRI Kabupaten Serang Doddy Fathurahman menuturkan, ribuan hotel di Indonesia menutup sementara usahanya akibat pandemi Covid-19.

“Pilihan penutupan sementara diambil karena beban fix cost yang terlalu berat. Ini karena penghasilan hotel menurun drastis. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi ruang gerak publik guna memutus penyebaran Covid 19 juga berdampak besar pada turunnya tingkat hunian hotel,” ujarnya.

Doddy yang juga menjabat Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Banten dan Genenal Manager Aston Anyer menambahkan, di wilayah Anyer-Cinangka tercatat ada puluhan hotel dan restoran yang  terpaksa memilih berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

“Rekomendasi yang kami ajukan sangat penting untuk memberikan daya tahan kepada para pengusaha hotel dan restoran. Itu sangat penting demi menghindari keterpuruknya yang lebih dalam, seperti penutupan total tempat usaha  dan juga terjadinya PHK massal,” ujarnya.

SOP Mitigasi Pariwisata

Menurut Doddy, berkaca dari banyak kejadian force majeur di Kabupaten Serang seperti gempa bumi, GAK meletus, banjir rob, dan kini wabah Covid-19, kebutuhan akan segera diperkuatnya SOP Mitigasi Pariwisata yang mengacu pada standardisasi yang diberikan UNWTO dan WHO, menjad sangat penting. 

Langkah dan strategi dari Disporapar Kabupaten Serang di saat  fase pemulihan adalah sangat krusial untuk disiapkan sejak dini.  Upaya ini perlu dilakukan agar pada saat wabah mereda, Disporapar Kabupaten Serang sudah tidak lagi berbicara tentang merancang strategi pemulihan, tapi tinggal melaksanakannya.

“Apalagi hingga kini di lapangan masih ditemukan kebijakan yang sudah dicanangkan pusat tapi belum tersosialisasi dan terimplementasi dengan baik di daerah,” katanya.

Dia sangat berharap dalam waktu dekat bisa bertemu dan berdialog secara langsung dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. “Sudah kami ajukan permintaan untuk beraudensi dan melakukan dengar pendapat dengan kami para pelaku wisata di wilayah Kabupaten Serang. Tapi hingga saat ini masih belum ada kepastian,” ujarnya. (KO)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here