Pariwisata Diharapkan Dongkrak Perekonomian Masyarakat Kabupaten Lebak

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (3/10/2019). Iti menyatakan bahwa bidang pariwisata adalah menjadi visi pembangunan Kabupaten Lebak periode 2019-2024.*

LEBAK, (KB).- Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyatakan bahwa bidang pariwisata adalah menjadi visi pembangunan periode 2019-2024. Hal itu juga berkaitan dengan ditetapkannya Maja sebagai 10 kota baru yang akan dikembangkan dalam rencana pembangunan nasional.

“Maja sebagai kota baru ditargetkan akan berpenduduk kurang lebih 1,2 juta jiwa, dengan potensi penduduk yang cukup banyak tersebut tentunya kebutuhan akan sarana pariwisata dan hiburan menjadi suatu kebutuhan,” kata Iti kepada wartawan,  Kamis (3/10/2019).

Iti mengatakan, bahwa dari aspek aksesibilitas, untuk menuju Lebak pun kini semakin terbuka, pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer, sebagian besar melalui wilayah Kabupaten Lebak kurang lebih 37,9 kilometer.

“Kami telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar membuat tiga inter change yaitu di Cibadak, Cikulur dan Cileles, agar keberadaan tol memberikan dampak secara ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Bupati dengan dioperasikannya sarana transportasi massal kereta commuter line Jakarta – Rangkasbitung dan rencana PT KAI akan mereaktivasikan jalur kereta menuju wilayah Selatan melalui Jalur Rangkasbitung – Saketi – Bayah tentunya akan semakin memberikan kemudahan wisatawan dalam menuju destinasi yang diinginkan.

Visi pembangunan bidang pariwisata pun sejalan dengan momentum kebijakan Pemerintah Pusat yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan Product Domestic Bruto (PDB). Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa, dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.

“Pariwisata menyumbang 10 persen PDB nasional dan menduduki peringkat ke 4 penyumbang devisa nasional sebesar 9,3 persen dan 8,4 persen,” jelas Iti.

Untuk lapangan kerja, pemerintah telah menetapkan pesona Indonesia atau woderful Indonesia sebagai brand, dan tentunya perlu didukung oleh pemerintah daerah, terlebih Kabupaten Lebak memiliki potensi tersebut. Pembangunan kepariwisataan adalah kekuatan Indonesia dan menjadi core bisnis.

Menurut Iti, ditinjau dari kebijakan Pemerintah Provinsi Banten, pembangunan di bidang kepariwisataan pun menjadi prioritas. Bahkan di antara potensi pariwisata yang ada di Lebak telah ditetapkan sebagai seven wonders pariwisata Banten.

Berdasarkan pertimbangan dan memperhatikan kondisi dan potensi sebagaimana kami sampaikan tersebut, tentunya Lebak memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri di bidang pariwisata.

“Melalui brand Lebak unique, kami berharap seluruh pemangku kepentingan baik pengusaha, media, akademisi dan komunitas untuk ikut serta menggalakkan pariwisata kita ke depan. Sehingga pariwisata diharapkan menjadi arah bersama bagi kita semua untuk dapat menjadi lokomotif yang mampu memberikan efek daya ungkit dalam menggerakkan sektor ekonomi lainnya berbasis potensi lokal, guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak,” tandas Iti. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here