Paripurna LKPj Bupati Pandeglang 2018 tidak Dihadiri Irna Narulita

DPRD Pandeglang menggelar rapat paripurna penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2018, di Ruang Paripurna DPRD Pandeglang, Senin (11/3/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Rapat paripurna penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pandeglang tahun 2018, di Ruang Paripurna DPRD Pandeglang, Senin (11/3/2019), tidak dihadiri oleh Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Gunawan, nota LKPj tersebut langsung diserahkan oleh Sekda Fery Hasanudin kepada DPRD Pandeglang.

Meski bupati berhalangan hadir dalam penyampaian nota LKPj tersebut, namun agenda paripurna tetap berjalan. Ketidakhadiran bupati karena menjenguk orangtuanya yang sedang dirawat di RS Siloam.

Sementara itu, dalam nota LKPj bupati Pandeglang yang disampaikan Sekda Pandeglang Fery Hasanudin menyebutkan, ada beberapa poin target pada anggaran tahun 2018 diyakini realisasinya sudah mencapai 90 persen. Hal tersebut telah masuk dalam berkas nota LKPj ini yang diserahkan kepada DPRD.

Dalam nota LKPj ini lengkap tentang pertanggungjawaban pengelolaan keuangan tahun 2018. Semua program telah direalisasikan sesuai dengan rencana penganggarannya.

Dalam kesempatan itu juga, Sekda menyampaikan alasan ketidakhadiran bupati karena bapaknya dirawat dan kondisinya kritis di RS Siloam.

“Ibu Bupati tidak hadir karena bapaknya dirawat dan kondisinya kritis di RS Siloam. Tetapi dalam berkas LKPj yang diserahkan ke dewan telah disampaikan empat poin, seperti bidang pemerintahan, bidang anggaran, dan target-target. Ya, capaiannya sekitar angka 97-90 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pandeglang H. Gunawan menuturkan, secara kelembagaan DPRD tidak mempermasalahkan ketidakhadiran bupati dalam penyampaian nota LKPj.

“Orangtua bupati kan sedang sakit, dan dari hasil musyawarah di Banmus mereka sudah membuka aturan, ternyata boleh didelegasikan hanya saja naskahnya tidak dibacakan secara langsung,” tutur Ketua DPRD Pandeglang seusai rapat paripurna di Gedung DPRD.

Ia mengatakan, ketidakhadiran bupati merupakan kepentingan yang tidak bisa ditunda, karena pertimbangan kemanusiaan.

“Saya itu kasihan kepada beliau, jadi hanya beliau yang belum hadir menyaksikan orangtuanya yang sedang kritis. Bupati itu kan sudah lima hari tidak pulang. Saya sempat membayangkan kalau seandainya menimpa kepada diri kita sendiri, pasti akan mengejar orangtuanya yang sakit,” katanya.

Menurut dia, ketidakhadiran tersebut tidak perlu adanya paripurna ulang. “Jadi tidak perlu paripurna ulang lagi, semuanya sudah sesuai aturan,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here