Papua Rilis Cabor PON XX, Lumbung Medali Banten Berkurang

SERANG, (KB).- Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten sepertinya harus memutar otak dan bekerja lebih keras, karena beberapa cabor unggulan penyumbang medali pada PON XX Papua dipastikan berkurang. Hal tersebut, karena telah dirilisnya daftar cabor yang dipertandingkan di PON XX, oleh KONI Papua.

Perlu diketahui, ada 46 cabor yang akan dipertandingkan pada PON XX Papua nanti, yakni aerosport, akuatik, anggar, angkat besi, angkat berat, dan binaraga. Kemudian atletik, balap sepeda, bermotor, baseball/softball, biliar, bola basket, dan bola voli.

Lalu, bridge, bulutangkis, catur, cricket, dayung, golf, gulat, hoki, judo, karate, dan kempo. Kemudian layar, menembak, panahan, pencat silat, selam, senam, sepakbola, dan futsal. Selanjutnya, sepak takraw, sepatu roda, ski air, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju, wushu, tarung derajat, dansa, gateball, woodball, petanque, muaythai, soft tenis, rugby, dan panjat tebing.

Berdasarkan daftar cabor yang dirilis tersebut, Banten terpaksa tidak dapat mempertandingkan dua cabor unggulan yang sebelumnya menyumbangkan medali emas di PON XIX Jawa Barat. Dua cabor tersebut, yakni drum band dan berkuda.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo menjelaskan, penetapan 46 cabor membuat Banten kehilangan lumbung medali. Alasannya, tidak ada drum band dan berkuda yang pada PON XIX mampu menyumbangkan banyak medali untuk Kontingen Banten.

“Drum band waktu di PON XIX Jawa Barat dapat tiga emas dan berkuda satu emas. Sangat disayangkan sekali lumbung medali kami berkurang,” katanya.

Meski demikian, wanita yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten tersebut, sudah menyiapkan cabor andalan lainnya, seperti muaythai, petanque, woodball, dan judo. “Semoga mereka bisa mengantikan empat emas yang hilang,” ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh cabor lainnya untuk berjuang sekuat mungkin, dengan meloloskan banyak atlet ke PON XX melalui babak prakualifikasi tahun ini.

“Supaya peluang meraih medali semakin terbuka lebar. Apalagi kami menetapkan yang berangkat PON hanya peringkat tiga besar di babak prakualifikasi,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here