Pantau Perkembangan Atlet, KONI Banten Siapkan Monitoring Online

SERANG, (KB).- Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten menyiapkan monitoring menggunakan metode daring, selama pandemi corona atau Covid-19. Alasannya, kualitas dan perkembangan atlet harus terus terpantau, namun dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah pusat dengan social distancing.

Sebenarnya pelaksanaan monitoring sudah dilakukan Satgas Pelatda PON KONI Banten sejak wabah virus corona atau Covid-19. Namun, pelaksanaannya berdasarkan laporan dari pelatih masing-masing cabor.

Menurut Anggota Satgas Pelatda PON KONI Banten Setyo Purwanto, sebelumnya monitoring didasarkan pada laporan bulanan yang diwajibkan kepada pelatih untuk dilaporkan ke Satgas.

“Sifatnya wajib, karena laporan pelatih menjadi bagian dari SPJ yang jadi syarat dikeluarkannya dana pembinaan buat atlet. Sekarang kami ingin memulai melakukan monitoring setiap pekan,” ucap Setyo.

Ia mengatakan, KONI Banten sudah mencoba menyiapkan perangkat untuk bisa melakukan monitoring online. Nantinya hasil monitoring ini yang akan melibatkan atlet dan pelatih dari beberapa cabor. Sehingga, program latihan yang dilakukan akan lebih diketahui dan bisa dilakukan evaluasi atau perbaikan, agar sesuai dengan program yang dibuat.

Sementara itu, Anggota Bidang Litbang dan Data KONI Banten Yusuf Romdoni mengatakan, sejauh ini KONI Banten sudah siap menerapkan. Rencananya monitoring online akan dilakukan pekan ini, dengan lebih dulu diujicobakan saat KONI Banten mengikuti rapat koordinasi KONI se-Indonesia dengan KONI Pusat, Selasa (12/5/2020).

“Kami memanfaatkan fasilitas zoom yang saat ini banyak digunakan masyarakat luas selama pandemi virus corona. Dari kegiatan ini akan terlihat latihan yang dilakukan atlet dan akan menjadi data KONI memantau persiapan secara keseluruhan,” katanya.

Saat ini KONI Banten sedang menyiapkan sistem perekaman monitoring online, sehingga ke depannya data yang dikumpulkan bisa menjadi dasar untuk menerapkan program selanjutnya pada Pelatda PON 2020. “Nantinya tidak ada tumpang tindih program Pelatda,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here