Pandemi Covid-19, Sejumlah Titik di Kota Serang Jadi Pusat Keramaian

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol di Kota Serang, Sabtu (2/5/2020). Walaupun pemerintah daerah setempat sudah berulangkali mengimbau masyarakat agar tetap di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun aktivitas warga di Kota Serang masih berjalan normal dan ramai seperti biasanya.*

Sejumlah warga Kota Serang mengeluhkan kondisi saat ini yang mulai ramai dan macet di beberapa titik jalan sejak awal Ramadan. Padahal, seluruh masyarakat telah diimbau untuk menghindari tempat keramaian di tengah Pandemi Covid-19.

Pantauan Kabar Banten, Ahad (3/5/2020) sejumlah titik masih menjadi tempat yang dipenuhi oleh masyarakat Kota Serang. Seperti Pasar Induk Rau (PIR), Royal, Pasar Lama, jalan protokol dan tempat-tempat lainnya. Nampaknya masyarakat tak mengindahkan imbauan dari Pemkot Serang tersebut.

Seorang warga Royal, Kota Serang Fedriyan mengatakan, kondisi di tempatnya begitu mengkhawatirkan karena masyarakat berbondong-bondong melakukan aktivitas seperti biasa dengan tidak menghiraukan pandemi Covid-19.

“Suasana di Royal Serang sudah menyeramkan, mulai ramai, dan ini jadi potensi penyebaran Covid-19,” katanya, Ahad (3/5/2020).

Ia menilai, kondisi tersebut menggambarkan bahwa Pemkot Serang terlalu santai dalam menanggapi pandemi Covid-19. Meskipun surat imbauan telah dikeluarkan, namun nyatanya tak ada tindakan lebih lanjut yang dilakukan.

“Pemkot Serang masih tenang-tenang saja, ini kondisi yang berbahaya. Apalagi kalau terus dibiarkan saya yakin akan lebih ramai lagi ke depannya,” ujarnya.

Maka dari itu, ia meminta agar Wali Kota Serang mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) atau yang lainnya untuk melarang pedagang agar tidak berjualan di wilayah Pasar Lama, Royal dan sekitarnya.

“Kami mohon wali kota untuk melarang PKL asal luar maupun dari dalam agar tidak berjualan lagi, ini demi keselamatan warga Kota Serang,” ucapnya.

Sementara, seorang penjual takjil di Pasar Lama Junaedi mengatakan, kondisi saat ini membuat dirinya dan pedagang lain merasa bingung. Sebab, pedagang diimbau untuk tidak berjualan di tempat yang menimbulkan keramaian. Namun, disisi lain ia tidak bisa menghidupi keluarganya tanpa berjualan.

“Jelas bingung, kalau saya tidak berjualan, bagaimana menghidupi keluarga sedangkan bantuan tidak ada,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ia juga tidak mengetahui adanya bantuan jaring pangan sosial (JPS) dari pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kota Serang.

“Sampai saat ini belum ada RT/RW yang datang ke rumah. Padahal saya juga membutuhkan bantuan dan memang sangat terdampak sekali dengan kondisi saat ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, Pemkot Serang telah melakukan sejumlah upaya untuk memberikan pengertian kepada para pedagang dan juga masyarakat.

“OPD terkait melalui gugus tugas sudah melakukan tindakan dan sosialisasi untuk pedagang di Royal dan Pasar Lama,” ucapnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya pun tak bosan untuk selalu mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun dan menggunakan masker ketika keluar rumah, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Kalau sanksi belum, tapi kalau solusi pedagang berjarak, itu bisa saja. Tapi harus dibahas dulu dengan tim gugus tugas. Jadi dikaitkan dengan Undang-undang Karantina,” tuturnya. (Rizky Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here