Pandemi Covid-19 Berdampak Luas, Kota Serang Rawan Pangan

SERANG, (KB).- Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, berdampak luas hingga pada seluruh sektor, termasuk ketersediaan pangan di Kota Serang. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka berpotensi terjadi kerawanan pangan.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Andriani mengatakan, wabah Covid-19 yang hingga kini masih belum berhenti termasuk di Kota Serang akan menimbulkan permasalahan yang lebih luas lagi. Terutama, kepada masyarakat petani dan nelayan.

“Mereka kehilangan mata pencariannya, nelayan banyak yang tidak melaut, karena ketakutan dengan situasi ini, sehingga akan meningkatkan potensi kerawanan pangan di masyarakat bawah. Khususnya bagi para petani, mereka akan kesulitan,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Dampak yang akan dirasakan pada rawan pangan tersebut, seperti lesunya sektor usaha termasuk pertanian di dalamnya. Usaha pertanian milik masyarakat luas, termasuk masyarakat bawah akan mengalami penurunan pendapatan. Terlebih, yang ditakutkan, adalah kebutuhan dasar akan pangan menjadi tidak terpenuhi.

“Bahkan, beberapa petani kami pun ada yang mengeluhkan kesulitan untuk menjual gabah. Kemudian, banyak buruh tani yang menganggur. Itu yang akan terjadi bila rawan pangan terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, saat ini pihaknya belum bisa memprediksi kondisi Kota Serang, karena dibutuhkan kajian yang lebih mendalam. Sebab, kerawanan pangan dapat diartikan suatu kondisi ketidakcukupan pangan yang dialami oleh daerah.

“Masyarakat atau rumah tangga pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis sebagai pertumbuhan dan kesehatan masyarakat. Kondisi saat ini perlu ada telaah lagi, sehingga dapat memperdalam,” ucapnya.

Rawan pangan bisa terjadi oleh beberapa sebab, mulai dari keterbatasan kepemilikan lahan, sarana produksi, dan pendapatan. Hingga faktor lain, seperti faktor alam atau bencana alam juga faktor konflik sosial.

“Jadi, biasanya terjadi, karena faktor sarana produksi dan keterbatasan kepemilikan lahan, tapi kali ini beda, karena musibah atau wabah corona,” tuturnya.

Maka dari itu, ada beberapa upaya yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah daerah dalam masa pemulihan, seperti pemberian bantuan atau stimulus untuk modal kerja atau fasilitas kegiatan dalam memproduksi hasil pertanian dan perikanan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Tentu kami juga memberikan bantuan untuk yang terdampak Covid-19. Tapi, nanti bantuan tersebut, akan diberikan setelah bantuan sembako dari Dinas Sosial (Dinsos). Baru kemudian, bantuan stimulus akan diberikan,” katanya.

Program pemulihan

Kepala Distan Kota Serang Edinata Sukarya menuturkan, pihaknya memiliki beberapa program untuk pemulihan sebagai bagian dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang.

“Upaya tersebut, yaitu pengadaan beras untuk cadangan pangan, pemberian stimulus untuk nelayan, serta pemberian bantuan benih dan sarana produksi untuk pemanfaatan pekarangan pangan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT),” ujarnya. (Rizky Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here