Pandemi Covid-19, Atlet Banten Dituntut Latihan Mandiri

SERANG, (KB).- Atlet Banten diminta untuk terus melakukan latihan secara mandiri, meskipun terdapat isu pelaksanaan PON XX Papua yang rencananya digelar akhir tahun 2020 ini akan ditunda. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas atlet Banten, agar tidak mengalami penurunan selama pandemi Covid-19.

Permintaan itu dilontarkan karena sejauh ini belum ada instruksi langsung dari pemerintah dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo untuk menunda PON. Oleh karena itu, pihak KONI seperti yang dikemukakan Ketua Satgas Pelatda PON Hengky S Bremer meminta atlet dan pelatih untuk tetap berlatih seperti biasa dengan metode latihan mandiri. Atlet dan pelatih diminta agar menunggu semua kabar terkait PON dari KONI Banten.

“Tetap fokus latihan, apapun yang terkait kabar PON akan dikabari oleh KONI langsung kepada cabor. Ini agar tidak ada kesimpangsiuran, sehingga atlet dan pelatih bisa konsentrasi dalam latihan,” ujar Hengky.

Sejauh ini soal pengunduran jadwal PON, diungkap Hengky, KONI Banten dalam hal ini Ketua Umum Rumiah Kartoredjo selalu melakukan koordinasi langsung baik dengan KONI Pusat maupun dengan KONI se-Indonesia. Sehingga dapat dipastikan keputusan pengunduran PON belum dikeluarkan.

“Dari koordinasi terakhir ibu ketua, soal apakah PON diundur atau tetap sesuai jadwal baru akan ditentukan pada bulan Mei. Semua ditentukan dengan kondisi terakhir wabah virus corona,” ucap Hengky.

Hal tersebut diamini Rumiah yang meminta atlet fokus berlatih mandiri meski dengan kondisi yang ada saat ini. Ini dikemukakan mantan Kapolda Banten tersebut karena belum ada keputusan penundaan PON dari pemerintah dan semua keputusan ada ditangan pemerintah pusat.

“Meski DPR RI sudah meminta pemerintah menunda PON keputusan ada di tangan Presiden. Selama belum ada kepastian atlet harus tetap berlatih, jika pun nanti sampai ditunda saya yakin itu (keputusan penundaan) diambil, karena untuk kemaslahatan masyarakat banyak,” ujar Rumiah.

Rumiah juga tidak lupa meminta atlet untuk tetap semangat dalam berlatih untuk menghadapi PON. Karena jika ditunda pemerintah pastinya akan mencari solusi agar atlet tetap berlatih.

“Aktivitas atlet untuk terus berlatih juga diminta oleh DPR RI khususnya Komisi X yang membawahi Pendidikan dan Olah raga,” tutur Rumiah.

Sementara itu terkait metode latihan yang dilakukan di masa mewabahnya virus corona, Hengky menyatakan, Satgas Pelatda PON menyatakan para pelatih dan atlet sudah banyak yang menjalani secara latihan mandiri. Meski sifatnya mandiri, pelatih sudah memberikan materi latihan yang terprogram buat masing-masing atlet.

“Atlet yang melakukan latihan mandiri melaporkan latihan yang diberikan via media sosial yang mereka miliki kepada pelatih. Nanti pelatih akan merangkum video tersebut saat atlet latihan dan melaporkannya secara periodik kepada Satgas,” ucap Hengky.

Sehingga, program latihan yang dijalani atlet sesuai dengan apa yang ingin diterapkan pelatih. Sehingga nantinya, saat kondisi latihan kembali normal atlet sudah tidak perlu mengulang latihan dari awal lagi. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here