Sabtu, 15 Desember 2018
Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita foto bersama pihak BPOM seusai sosialisasi keamanan pangan di Graha Pancasila, Senin (3/12/2018).*

Pandeglang Pilot Project Keamanan Pangan

PANDEGLANG, (KB).- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyosialisasikan program keamanan pangan kepada masyarakat Pandeglang. Pihak BPOM berharap Pandeglang bisa menjadi pilot project keamanan pangan bagi daerah lain di Indonesia.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dewi Prawitasari mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan kemandirian masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan. Sebab, lanjut Dewi, pangan sangat dibutuhkan bagi kebutuhan hidup manusia, karena pembangunan keamanan pangan penting dibangun dari individu, keluarga, hingga masyarakat.

“Saya harap Pandeglang ini menjadi pilot project bagi wilayah lainnya di Indonesia soal keamanan pangan, karena temuan berbahaya pangan relatif sedikit. Pandeglang juga merupakan kabupaten yang memiliki potensi pengembangan ekonomi lokal , termasuk destinasi wisata nasional,” kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dewi Prawitasari saat sosialisasi ketahanan pangan di Gedung Graha Pancasila, Senin (3/12/2018).

Menurut dia, ada dua sisi yang dilakukan BPOM dalam menjaga keamanan pangan, yakni dengan sosialisasi dan intervensi. “Sosialisasi melalui pemberdayaan masyarakat, kader dan komunitas. Sedangkan intervensi, kami laksanakan di semua provinsi melalui aksi nasional pangan jajanan,” ujarnya.

Ia mengatakan, melalui aksi jajanan nasional di Provinsi Banten sudah ada 321 sekolah yang telah diintervensi, 9 pasar aman dari bahan bahaya, 100 desa keamanan pangan, 1.851 pemberdayaan UMKM dan khusus Pandeglang adalah pangan aman di daerah destinasi Desa Panimbang. “Tujuan intervensi ini agar masyarakat mandiri di bidang keamanan pangan dan paham akan pentingnya keamanan pangan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita mengatakan, jumlah penduduk besar kurang lebih 1,2 juta sangat membutuhkan keamanan pangan agar menjadikan rumah tangga yang sehat. “Keamanan pangan merupakan pondasi untuk hidup sehat. Saya harap para pelaku usaha membantu kami untuk mewujudkan keamanan pangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, yang perlu mendapatkan perhatian terjaminnya keamanan pangan, selain untuk masyarakat juga bagi para wisatawan bisa merasa aman dan nyaman. “Ini komitmen kita bersama untuk saling menjaga dan menguatkan. Perlindungan untuk konsumen adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya masyarakat yang dilindungi, namun wisatawan harus mendapatkan keamanan pangan,” ucapnya. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

Irna Narulita Kampanyekan Magrib Mengaji

PANDEGLANG, (KB).- Rongrongan yang datang saat ini bukan lagi dalam bentuk perang, namun lebih kedalam idiologi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *