Pandeglang Butuh 99.682 Meter Irigasi

PANDEGLANG, (KB).- Saat ini, Pandeglang masih membutuhkan pembangunan sepanjang 99.682 meter jaringan irigasi untuk mengairi area persawahan tadah hujan. Tahun ini, pemeritah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan APBD tahun 2017 sudah membangun irigasi sekitar 2.400 meter yang tersebar di 24 titik. Kepala bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distanbun setempat, Rahmat Zulfika mengatakan, kebutuhan pembangunan aliran irigasi di Pandeglang masuh cukup tinggi. Dari total 54.000 hektare lahan tadah hujan, saluran irigasi yang dibutuhkan sekitar 99. 682 meter.

Sementara, tahun ini pembangunan irigasi tersier dari DAK dan APBD baru sepanjang 24.000 meter di 24 titik. “Jika berbicara kebutuhan, masih banyak area persawahan yang perlu pengairan irigasi. Apalagi, total area sawah tadah hujan cukup luas,” ucapnya. Ia menjelaskan, dalam satu titik, panjang irigasi tersier yang dibangun antara 80 sampai 100 meter. Sebanyak 20 titik anggarannya bersumber dari APBD, sedangkan empat titik dari DAU.

Namun, sejak adanya rasionalisasi DAU, tahun ini panjang irigasi yang dibangun memang mengalami pengurangan hingga mencapai 50 persen dari panjang irigasi yang biasanya dibangun menggunakan anggaran dari APBN. ”Biasanya kita bangun irigasi sepanjang 1.000 meter dari APBN. Tetapi pada tahun ini hanya 500 meter saja akibat adanya rasionalisasi DAU oleh pemerintah pusat,” ujarnya. Kepala seksi Lahan dan Irigasi Distanbun, Uun Suhendar menambahkan, berdasarkan data kajian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2015, kebutuhan irigasi untuk sawah tadah hujan di Pandeglang sepanjang 99.682 meter, dengan kondisi rusak berat mencapai 1.000 meter. (H-38)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here