Panaskan Mesin Politik, Forum PAC PPP Solid Usung Maman Pada Pilkada Cilegon

Hendra Wijaya, Ketua Forum PAC PPP Kota Cilegon.*

CILEGON, (KB).- Nuansa politik yang adem ayem dimanfaatkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon untuk memanaskan konstituennya guna konsolidasi dan memberikan dukungan pada Pilkada Kota Cilegon 2020.

Partai berlambang Kabah tersebut mendukung Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon Maman Suherman untuk maju pada Pilkada Cilegon yang rencananya digelar pada Desember 2020 mendatang.

Ketua Forum PAC PPP Kota Cilegon Hendra Wijaya mengatakan, pihaknya menghendaki orang no.2 di tubuh partai Kabah Kota Cilegon untuk maju mendampingi Ratu Ati Marliati yang diusung Golkar.

“Terkait foto tersebut memang benar dan saya sebagai ketua Forum PAC PPP Kota Cilegon menghendaki Pak Maman untuk mendampingi Bu Ati, semoga berkenan,” katanya ketika ditemui di sekretariat PAC PPP Kecamatan Jombang, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga : Pilkada Kota Cilegon, PAC PPP Dukung Maman Dampingi Ratu Ati Marliati

Dia mengatakan, walaupun DPC PPP Kota Cilegon dalam pernyataannya sudah ke H.Iye, akan tetapi suara PPP dibawah menginginkan kader internal. Apalagi, ujar dia, sudah ada instruksi dari DPP dan DPW PPP yang dalam mukercab diutamakan kader internal.

“Dukungan kepada Pak Maman adalah inisiatif kami dari Forum PAC PPP dan rekan-rekan sepakat. Selain itu juga,dukungan ke beliau adalah hasil dari mukercab. Kalaupun dukungan kami tidak diterima oleh tim dari bu Ati, para PAC PPP akan tetap mendukung bu Ati,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon, Maman Suherman ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya siap menjalankan amanah tersebut walaupun ada konsekuensi yang sangat berat. Dia juga mengaku sudah mempertimbangkan berbagai dampaknya. Karena walaupun tidak mendapat rekomendasi dari DPP, PAC sepakat mendukung Bu Ati.

“Kalau temen-temen di PAC menghendaki saya untuk maju, sebagai petugas partai harus siap. Namun, kami agak malu dengan 2 kursi, karena saya sadar diri dan tentunya ada sebuah konsekuensi. Majunya saya ini adalah sebuah amanat dari rekan-rekan yang harus saya jalankan. Karena ini adalah permohonan, diterima atau ditolak harus siap. Kalau keputusan partai tidak menghendaki, pasti ada sanksi partai. Kalau tidak diberhentikan ya mengundurkan diri dan saya siap menerima apapun keputusan partai,” tuturnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here