PAN Minta KPK Awasi Pemilihan Wakil Wali Kota

CILEGON, (KB).- Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Cilegon meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melebarkan sayapnya melakukan pengawasan di Kota Cilegon ikut andil mengawasi proses pengisian Wakil Wali Kota Cilegon, yang kemungkinan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Hal itu dikatakan Ketua DPD-PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud ketika ditemui di kantornya, Lingkungan Pagebangan, Kelurahan Ciwaduk Kecamatan Cilegon, Jumat (9/2/2018). “Yang pertama kami sangat mengapresiasi, KPK akan turun di daerah-daerah di Banten guna melakukan pencegahan. Bahkan bukan itu saja, kami juga minta KPK turut mengawasi pemilihan calon wakil wali kota mendatang,” katanya.

Karena, menurut dia, orientasi ke depan mengubah paradigma lama untuk menghindari praktik-praktik yang tidak halal, termasuk dalam menentukan calon wakil wali kota. Sekarang, Wakil Wali Kota Cilegon Edi Ariadi sudah diangkat menjadi Plt Wali Kota. Artinya, ada kursi kekosongan. Sesuai aturan dan mekanisme akan ada wakil wali kota definitif walaupun wali kota non aktif saat ini dalam proses persidangan. Maka, akan ada pengisian jabatan wakil wali kota.

Untuk itulah kami meminta agar KPK ikut serta mengawasi proses pengisian kursi Wakil Wali Kota Cilegon nanti. Mantan Ketua Kadin Cilegon itu mengingatkan kepada anggota DPRD Kota Cilegon agar jangan mencoba-coba bermain uang dengan calon wakil wali kota yang akan diusungnya. “Kami berharap dengan adanya KPK di Cilegon, bisa menjadikan Cilegon sebagai good governance. Mudah-mudahan misi ini berhasil, namun hal itu kembali terhadap kesadaran dalam diri kita masing-masing. Selanjutnya adalah ketegasan dari KPK untuk menindak para pelaku KKN,” ujarnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Cilegon, Hasbudin menuturkan, bukan saja proses pengusungan wakil wali kota yang diawasi KPK, akan tetapi calon anggota legislatif juga diawasi. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada money politics. “Dengan adanya proses pengawasan dari KPK, caleg-caleg yang terpilih nanti berkualitas, bukan orang-orang yang berduit. Kalau orangnya berduit, tapi berkualitas itu lebih baik,” ucap Hasbudin. (HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here