Paling Besar dari ASN, Baznas Kesulitan Kumpulkan Zakat Perorangan

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang kesulitan mengumpulkan zakat, terutama perorangan. Sebab, rata-rata pengumpulan zakat paling besar didapatkan dari zakat aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengatakan, tahun lalu pengumpulan zakat tidak sesuai target. Sebab, pihaknya kesulitan dalam menempatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kabupaten Serang.

“Kami pernah membuka UPZ di mal-mal, supermarket dan lainnya. Tapi yang ada hanya warga Kota Serang, kabupatennya jarang,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).

Dia menuturkan, rata-rata pengumpulan zakat paling besar didapatkan dari zakat aparatur sipil negara (ASN). Namun, untuk zakat perorangan pihaknya akan berupaya untuk menjemput bola dengan mengunjungi para muzaki yang ada. Selain itu juga dengan membuka UPZ di perusahaan maupun desa-desa.

“UPZ di perusahaan ada walaupun tidak banyak. Termasuk kecamatan, pendidikan atau UPT,” ucapnya.

Dia menuturkan, sejauh ini pun untuk UPZ yang ada belum berjalan maksimal. “UPZ yang ada di desa saja belum maksimal. Kadang memang sulit kalau di kabupaten ini, makanya kami terus melakukan sosialisasi juga kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, zakat yang sudah terkumpul nantinya diperuntukannya 7 kelompok yaitu fakir miskin, amilin, mualaf, ghorimin, sabilah dan ibnu sabil. Sehingga, diharapkan masyarakat di Kabupaten Serang dapat melakukan pembayaran zakat melalui Baznas Kabupaten Serang. Sebab pihaknya telah menyediakan UPZ di tiap desa maupun tempat lain di wilayah Kabupaten Serang. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here