Pakai Mobil Dinas, Ketua DPRD Kota Cilegon Blokade PT Dover Chemical

Sejumlah warga tampak duduk-duduk di alas tikar, tepat di depan mobil dinas Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendi, dan mobil pribadi Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi Jumat (21/11/2019). Saat itu, Endang dan Fathurohmi melakukan aksi blokir jalan menuju Plant B PT Dover Chemical Indonesia.*

CILEGON, (KB).- Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendi melakukan aksi blokade jalan Plant B PT Dover Chemical Indonesia, Kecamatan Grogol, menggunakan mobil dinas, Jumat (22/11/2019). Tidak hanya Endang, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi juga memalang mobil pribadinya tepat di jalur masuk pabrik kimia itu.

Aksi keduanya merupakan respons atas munculnya kembali bau menyengat dari pabrik tersebut. Selain itu, hal tersebut sengaja dilakukan untuk meredam emosi masyarakat setempat.

Aksi ini bermula dari amuk massa warga Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, ketika bau menyengat muncul pada Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan warga mengepung jalur masuk pabrik, mereka memaksa masuk pabrik untuk menghentikan aktivitas yang menyebabkan bau menyengat muncul.

Adanya amuk massa terdengar oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi. Ia pun langsung mendatangi keramaian sekitar pukul 21.00 WIB.

“Waktu itu, massa sedang mengamuk dan belum ada aparat kepolisian. Setibanya saya, langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pak Ketua Dewan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi, saat ditemui di lokasi pabrik, Jumat (22/11/2019).

Mengetahui pabrik tersebut kembali mengeluarkan polusi udara, Endang juga datang ke lokasi. Sayangnya, emosi massa sulit dipadamkan, sehingga Endang pun mengambil keputusan krusial.

“Waktu itu, kalau massa tidak diredam maka kemungkinan akan masuk pabrik dan melakukan perusakan. Karena itulah Pak Ketua Dewan pasang badan, ia bilang akan palang pintu masuk pabrik pakai mobil dinas sebagai bentuk protes ke pihak pabrik. Karena aksi Pak Ketua Dewan, emosi massa mereda,” ujarnya.

Endang pun meminta pihak manajemen menemuinya di pabrik tersebut. Namun saat ditunggu hingga Jumat (21/11/2019) dini hari, pihak manajemen PT Dover Chemical Indonesia tidak ada yang datang.

Pihak manajemen baru mendatangi pabrik pada Jumat (21/11/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Melihat ketidakpedulian pihak manajemen dengan situasi pabrik, Endang pun marah.

“Saya ingin tanya, orang yang kerja di tempat ini tuh manusia apa siluman. Saya coba konfirmasi kesana kemari tidak ada yang merespons. Gimana kalau pabrik ini meledak, warga terkena dampak mereka enak-enakan tidur di rumah,” tutur Endang dalam forum audiensi antara pihaknya, masyarakat, dengan manajemen PT Dover Chemical Indonesia di ruang rapat Plant B.

Endang pun mempertanyakan terus kembalinya polusi udara di sekitar Plant B. Ia mengancam akan meminta Provinsi Banten mencabut izin Amdal pabrik tersebut.

“Anehnya, kondisi ini berulang terus, warga lagi-lagi menjadi korban. Kenapa tidak melakukan evaluasi agar ini tidak terus-terusan terjadi. Jangan-jangan PT Dover menantang rakyat dan Pemerintah Kota Cilegon,” ucapnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Humas PT Dover Chemical Indonesia Rahmat, mengatakan jika bau tersebut berasal dari kegiatan pembersihan di area pabrik PT Kayu Api di Plant B. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga sepekan ke depan.

“Karena ada kegiatan pembersihan, keluarlah bau menyengat ini. Kami sangat meminta maaf atas adanya gangguan dari kegiatan ini,” katanya.

Berdasarkan pertemuan tersebut, disepakati jika PT Dover Chemical Indonesia akan memberikan kompensasi atas polusi udara yang dihasilkan dari kegiatan pembersihan pabrik.

“Kami sedang diskusikan bentuk kompensasinya. Pekan depan, kami juga akan datang ke Pemkot Cilegon untuk membahas rencana pembebasan lahan. Sehingga warga di sekitar pabrik bisa pindah ke lokasi lebih nyaman,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here