Pajak Penerangan, Bapenda Kabupaten Serang Prediksi Turun Rp 3 M

SERANG,(KB).- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang memprediksi akan ada penurunan pendapatan pajak penerangan jalan sekitar Rp 3 miliar selama periode tiga bulan terhitung sejak April hingga Juni 2020.

Hal itu dampak dari kebijakan penggratisan dan diskon biaya listrik yang diberlakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian pada Bapenda Kabupaten Serang, Ikhwanusofa mengatakan, pihaknya sudah sempat berdiskusi dengan PLN terkait estimasi pengurangan pajak akibat dampak penggratisan pelanggan PLN 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA. Dari hasil diskusi didapatkan, dalam sebulan diprediksi akan ada penurunan pendapatan Rp 1 miliar akibat kebijakan tersebut.

“Selama ini direncanakan tiga bulan (Penggratisan dan diskon) jadi otomatis tiga bulan kedepan sekitar Rp 3 miliar,” ujarnya kepada Kabar Banten, Ahad (12/4/2020).

Ikhwan menjelaskan, estimasi ini penurunan bukan kerugian. Sebab ini merupakan subsidi yang diberikan kepada masyarakat. Hanya saja dampak kebijakan ini pada pendapatan daerah dari pajak penerangan jalan.

Ia mengatakan, untuk pajak penerangan jalan tahun ini ditargetkan Rp 163 miliar. Oleh karena itu walau ada penurunan pendapatan dari kebijakan penggratisan pelanggan listrik 450 VA dan diskon pelanggan 900 VA tidak akan berdampak signifikan.

“Tidak terlalu signifikan dari target Rp 163 miliar,” ucapnya.

Disinggung soal kemungkinan ada pelanggan menunggak, Ikhwan mengatakan, selama ini yang dikhawatirkan oleh PLN yakni dari pelanggan pascabayar. Akan tetapi dirinya yakin sebab pascabayar sudah tercover dari kebijakan.

“Pasca bayar tercover dari total 450 VA ada 11.800 pelanggan, 900 VA R1 ada 8.600 pelanggan itu yang dicover kebijakan gratis subsidi tiga bulan. Kalau yang lain sifanya estimasi,” katanya.

Ikhwan menjelaskan, selama ini capaian dari pajak penerangan jalan selalu tercapai setiap tahunnya. Untuk tahun ini pun pada periode Januari hingga Maret sudah tercapai normal.

“Penurunan baru April terlihatnya karena April pembayaran omzet Maret. Dimana wabah ini mulai menyebar di Indonesia. Setiap tahun terlampaui. Mudah mudahan pengurangan ini membantu warga dan tidak berdampak signifikan ke PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ucapnya.

Ia mengatakan, sampai triwulan pertama ini capain penerimaan pajak keseluruhan sudah mencapai 17 persen dari target 24 persen. Adanya kekurangan tujuh persen ini dikarenakan beberapa hal. Diantaranya PBB yang saat ini baru selesai didistribusikan.

“Oleh karena itu penerimaan dari PBB belum dikalkulasi,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here