Rabu, 23 Mei 2018
Seorang pengunjung wisata alam sedang memandangi indahnya Kota Pandeglang dari atas Batu Cinta di kaki Gunung Karang, Kelurahan Pagerbatu, Pandeglang.*

Pagerbatu Layak Jadi Destinasi Wisata Alam

Kabupaten Pandeglang sebagai kota badak terkenal dengan beragam potensi wisata. Simbol badak cula satu logonya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terkenal hingga mancanegara. Karena, badak cula satu sebagai salah satu satwa yang dilindungi dunia terdapat di Kawasan Wisata Taman Nasional
Ujung Kulon (TNUK).

Tak hanya wisata TNUK, tampaknya di pusat Kota Pandeglang yang dikelilingi tiga Gunung Asepan, Karang, dan Pulosari (Akarsari) juga menyimpan beragam harta karun wisata. Bagi Anda selaku pencinta alam, tentu tidak aneh dengan nama Pagerbatu, sebuah Kelurahan yang terletak di lereng Gunung Karang.

Di sana terdapat wisata alam. Salah satu wisata alam yang masih menyimpan nilai-nilai religi, yakni Sumur Tujuh. Sumur tersebut berjumlah tujuh berada di Puncak Gunung Karang. Tak heran setiap akhir pekan banyak wisatawan lokal dan nasional singgah ke lokasi tersebut. Mereka berlibur sambil menikmati traveling mendaki gunung.

“Ya, di sana pemandangannya mengasyikkan. Dari atas Gunung Karang kami bisa melihat indahnya hamparan Kota Pandeglang dan Bumi Banten,” kata Lurah Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Yana Wijaya.

Selain Sumur Tujuh, di sekitar kelurahan juga terdapat wisata Batu Cinta. Wisata Batu Cinta tersebut tumbuh alami dan sekarang batu tersebut, banyak disinggahi wisatawan. Mereka juga memanfaatkan waktu untuk pamer pose di atas batu tersebut. Para wisatawan juga tampak senang berada di atas batu sambil melihat pemandangan Kota Pandeglang dari atas batu.

“Ya, kelurahan Pagerbatu ini terletak di lereng gunung. Jadi, saat kami berada di Pagerbatu merasakan kesejukan udara yang dilengkapi berbagai pemandangan alam,” ujarnya.

Tidak sekadar menikmati indahnya dua wisata alam Sumur Tujuh dan Batu Cinta. Pengunjung juga bisa bergeser ke Masjid Kuno yang jaraknya tidak jauh dengan Batu Cinta.

Menurut legenda masyarakat Pagerbatu, Masjid Kuno tersebut berdiri sendiri dan sampai sekarang tidak ada orang mengetahui siapa pembuat masjid tersebut. Selain kondisi kayunya masih asli dan tidak pernah direnovasi warga. Masjid tersebut juga menyimpan mata air. Bangunan masjid tersebut sangat alami dan menyimpan hawa dingin.

“Ya, kalau kami berada di dalam masjid itu tampak sejuk. Apalagi kami menyempatkan mandi dan berwudu di mata air terasa segar,” ucapnya.

Setiap akhir pekan, tidak sedikit pengunjung Masjid Kuno. Mereka sengaja ingin mengetahui keaslian bangunan masjid sambil menyempatkan salat di masjid tersebut. “Ya, ini merupakan bagian dari wisata religi. Pagerbatu ini layak dijadikan kampung wisata alam,” tuturnya. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Taman Mahkota Ratu Cikeusal

Para pecinta wisata taman tidak perlu mencari objek wisata ke luar daerah. Namun saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *