Minggu, 23 September 2018
Salah satu lokasi parkir khusus di belakang Puskesmas Ciruas yang sering dijadikan tempat ngetem angkutan umum.*

PAD Sektor Parkir Belum Tergali Maksimal

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang mengakui potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir saat ini masih banyak yang belum tergali. Sementara, saat ini banyak lahan yang telah digunakan untuk tempat parkir.

Pembina Parkir Serang Barat pada Dishub Kabupaten Serang, Entis Sutisna mengatakan, sampai saat ini potensi kantong parkir yang sudah tergali baru ada di beberapa titik, di antaranya di tepi jalan Kecamatan Ciomas, tepi jalan dan lokasi Pasar Anyer, belakang Puskesmas Ciruas, Pasar Cikande, Pasar Tirtayasa, Pasar Petir, Padarincang, dan Alun-alun Kramatwatu. “Namun, untuk total titiknya saya kurang tahu, karena saya petugas parkir barat,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (19/2/2018).

Ia menuturkan, jika melihat titik tersebut, sebenarnya masih banyak potensi parkir yang belum tergali. Sejauh ini, pihaknya juga masih terus berupaya, agar potensi PAD dari sektor perparkiran bisa optimal, namun semua itu harus dilakukan secara perlahan. “Bisa tertib, tapi bertahap. Karena, timbulnya premanisme,” ujarnya.

Menurut dia, karena belum tergalinya semua potensi parkir, maka masih banyak kantong parkir yang liar dan belum terangkul. Padahal, target PAD yang harus diserap dari parkir sebanyak Rp 75 juta per tahun. “Kata dewan harus dikejar, Rp 75 juta itu dari tepi jalan dan parkir khusus,” ucapnya.

Ia menjelaskan, selama ini yang paling sulit merangkulnya, yaitu parkir di tepi jalan. Sebab, masih banyak kendala, jika salah dalam merangkul dan bertata bahasa saja, bisa-bisa para petugas menjadi sasaran empuk. “Kalau dikasih undang-undang atau perda mereka kurang paham. Jadi, parkir itu risikonya lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dishub Kabupaten Serang, Hedi Tahap mengatakan, parkir ada dua jenis jika kaitannya dengan PAD. Pertama, retribusi parkir dan pajak parkir. Untuk pajak parkir langsung masuk ke kantor pajak, sedangkan retribusi parkir dikelola Dishub. “Ada parkir khusus itu di area yang dikuasai pemda, seperti pasar, itu kami kelola retribusinya,” katanya.

Untuk parkir khusus, ujar dia, seperti yang ada di belakang Puskesmas Ciruas. Di mana parkir tersebut retribusinya ditarik. Namun sayang, di lokasi tersebut, sering dijadikan tempat untuk angkutan umum ngetem. “Cuma memang kami susah juga, terkadang dipakai ngetem oleh angkot. Jadi, sebetulnya kami tidak menghendaki itu,” ucapnya.

Ia mengatakan, sudah pernah melakukan penertiban terhadap lokasi tersebut. Namun, sampai saat ini tidak ada perubahan. “Tetap saja kalau kami ke situ alasannya kami ngantar penumpang masuk. Tapi, bukan parkir (liar). Jadi, tetap kena tarik retribusinya, kan dia menggunakan areal itu. Itu kan artinya memberikan keleluasaan kepada yang mau ke pasar. Kan ada dua itu untuk motor dan mobil,” tuturnya. (DN)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *