Pacari ABG Hingga Hamil, Kernet Truk Ditangkap Polisi

CILEGON, (KB).- AT (21), warga Kelurahan Banjar Negara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon. Pemuda yang berprofesi sebagai kernet truk tersebut berurusan dengan polisi setelah terlibat cinta terlarang, yakni berpacaran dengan seorang anak baru gede (ABG) berinisial NA (14), hingga hamil.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, AT ditangkap beberapa hari yang lalu, setelah NA yang merupakan tetangganya sendiri melahirkan seorang anak hasil hubungan terlarang.  “Setelah melahirkan, keluarga korban melapor ke polisi. Berdasarkan masuknya laporan, kami meresponsnya dengan menangkap AT,” katanya saat ditemui di Mapolres Cilegon, Jumat (27/7/2018).

Berdasarkan hasil keterangan tersangka, pasangan dimadu kasih ini melakukan hubungan badan di akhir 2017. Pengakuan AT, hubungan intim mereka hanya dilakukan satu kali. “Pengakuannya sih hanya satu kali. Itu terjadi di rumah tersangka,” ujar Kapolres.

Setelah kejadian itu, tutur dia, baik AT maupun NA tidak melakukan hubungan lagi. Namun diluar dugaan keduanya, NA mengandung anak AT diusianya yang masih dini. “Korban melahirkan setelah ikut ujian akhir semester. Kami juga sudah melakukan tes DNA, hasilnya bayi dari kandungan NA memang anak AT,” tuturnya.

Kapolres mengatakan, tidak ada unsur paksaan pada kejadian tersebut. Namun sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, berhubungan badan dengan anak di bawah umur merupakan sebuah pelanggaran pidana. “Tersangka bisa dikenakan hukuman minimal 5 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, AT kepada wartawan mengaku sempat berupaya bertanggung jawab. Melalui kakak kandung AT, pihak keluarga mencoba untuk menikahkan AT dengan NA. “Saya sudah berniat tanggung jawab. Kakak saya datang ke keluarga NA untuk niatan melamarkan saya dengan NA. Tapi waktu itu pihak keluarga NA tidak merespons,” ucapnya.

AT mengatakan, hubungan intim yang terjadi tidak ada unsur paksaan. Hanya saja, AT tidak mengetahui jika menyetubuhi anak di bawah umur merupakan sebuah tindak pidana. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here