Selasa, 19 Februari 2019

Pabrik Udang di Jawilan Diduga Kembali Cemari Lingkungan

SERANG, (KB).- Limbah cair yang diduga berasal dari pabrik pengolahan udang di Kecamatan Jawilan kembali dikeluhkan oleh warga. Hal tersebut dikarenakan pembuangan limbah masuk ke area persawahan dan diduga membuat sawah di daerah tersebut, tidak produktif.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Penyuluhan dan Pembinaan Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (P3PNS), Wipi Yuningsih mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan keluhan dari warga sekitar melalui Kasi Trantib Kecamatan Jawilan terkait keberadaan limbah cair yang meresahkan. Limbah tesebut diduga dari pabrik pengolahan udang yang berada di daerah tersebut.

“Sebelumnya kasi trantib melaporkan lewat WA (WhatsApp) dan sudah ada audiensi juga, tapi tetap begitu saja. Kemudian, Senin (17/9/2018) kami sudah langsung ke lokasi di Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan untuk melakukan peninjauan,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (18/9) di ruang kerja.

Menurut dia, dari hasil pemantauannya, ditemukan limbah cair dengan bau menyengat mengalir melalui saluran kali kecil yang cukup panjang menuju sungai. Kali kecil tersebut, melalui areal persawahan milik warga. “Limbahnya ke sawah, sekarang kemarau jadi air apa yang ada di situ (kalau bukan limbah). Kalau rumah warga agak jauh, tapi sawah jadi enggak produktif. Karena, limbahnya melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada kubangan limbah cair tersebut, selain menimbulkan bau khas udang yang menyengat, juga terdapat banyak jentik nyamuk. Sehingga, tempat tersebut menjadi sangat kumuh. “Bukan bau lagi di sana banyak jentik nyamuk, saya tanya kasi trantib gimana awalnya sampai seperti ini,” ucapnya.

Ia langsung menanyakan dan mencari tahu ada berapa pabrik udang di sekitar lokasi tersebut. Kemudian, timnya mencoba untuk mendatangi satu pabrik udang yang ada di daerah tersebut, untuk mengecek IPAL-nya. Namun sayangnya, upayanya tersebut tertahan, sebab pihaknya diharuskan konfirmasi lebih dahulu sebelum mengecek.

“Maksud saya ingin tahu wadah pembuangannya IPAL-nya di mana letaknya. Tapi, katanya harus konfirmasi dulu dan saya tertahan di ruang satpam. Kalau kasih tahu dulu nanti enggak bau lagi, kalau sidak kan tercium baunya,” tuturnya.

Menurut dia, keluhan terhadap perusahaan udang tersebut, merupakan yang kedua. Sebab, sebelumnya warga juga sempat mengeluh dengan adanya limbah kepala udang yang sangat menyengat dan dibuang sembarangan. “Dulu limbah kulit udangnya sekarang limbah cairnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan langsung membuat laporan kepada Bupati Serang terkait hasil temuannya tersebut. “Bupati kan bilang pada saat di Kalimati lalu, kalau ada perusaan melanggar ditutup, makanya kami jalankan perintah. Kami buat laporan ke bupati nanti gimana gitu, kalau kami sesusai tupoksi saja,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

PEMBERITAHUAN RENCANA PENGADAAN TANAH UNTUK PENAMBAHAN LAJUR KE-4 JALAN TOL TANGERANG-MERAK TAHAP II DAN TAHAP III

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN SEKRETARIAT DAERAH Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Jl. Syech Nawawi Al-Bantani, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *