Pabrik Sepatu Hengkang, DPRD Sebut Tangerang Bukan Lagi Kota Industri

TANGERANG, (KB).- DPRD Kota Tangerang menilai, perpindahan pabrik sepatu dari wilayah Kota Tangerang ke wilayah lain merupakan sesuatu yang biasa saja. Karena, saat ini Kota Tangerang tidak lagi sebagai kota industri, melainkan lebih kepada sektor jasa.

“Satu sisi Kota Tangerang bukan lagi seribu industri, tapi jasa. Tumbuh hotel-hotel, apartemen, dan lainnya,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Syahroji.

Menurut dia, perpindahan pabrik sepatu tersebut dianggap wajar. Sebab, para pengusaha akan mempertimbangkan biaya operasional perusahan. “Karena, pengusaha pasti cari yang lebih ringan biayanya,” ujarnya.

Ia optimistis, keluarnya pabrik sepatu di Kota Tangerang tidak akan membuat banyak dampak ekonomi, karena saat ini UMKM di Kota Tangerang sedang bergeliat.

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap, rencana sejumlah pabrik di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Banten hengkang tidak merambat ke pabrik sepatu di Kota Tangerang.

Ia menuturkan, kebijakan-kebijakan pembangunan di Kota Tangerang akan memanjakan para investor untuk bisa berinvestasi dengan nyaman di Kota Tangerang.

“Saya berharap, kebijakan pembangunan ini bisa membangun sarana-prasarana, membantu seluruh investasi di Kota Tangerang, supaya bertahan dan ikut mengembangkan kota,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang sudah memfasilitasi, agar investor dan para buruh bisa mengambil jalan tengah jika terjadi perselisihan. Kuncinya, lanjut dia, komunikasi yang baik antara pengusaha dan buruh.

“Beberapa waktu lalu, kami bertemu dengan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), masukannya seperti apa dan ini kami komunikasikan. Kami juga bicara dengan serikat pekerja, agar menjaga hubungan industrial yang baik,” tuturnya.

Ia membantah adanya pabrik-pabrik sepatu yang hengkang dari Kota Tangerang. Ia hanya mendengar kabar pabrik sepatu hengkang dari Kabupaten Tangerang.

“Dari (kota) Tangerang belum ada, masih steady. Yang hengkang kan dari Kabupaten Tangerang infonya,” katanya.

Ia menjelaskan tentang arah pembangunan ekonomi Kota Tangerang yang tidak hanya mengandalkan industri. Menurut dia, slogan Kota Tangerang sebagai kota seribu industri sejuta jasa menjadi arah pembangunan ke depan.

“Kami lagi mem-branding Kota Tangerang dengan seribu industri sejuta jasa. Maka, kami melibatkan developer untuk menyiapkan jasanya. Yang pabrik tetap menjaga hubungan industrial infrastruktur kami perbaiki, kami bangun,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyebutkan, sebanyak 25 perusahaan sepatu akan pindah dari berbagai daerah di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur ke Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, bukan tanpa alasan pabrik-pabrik tersebut, pindah dari Provinsi Banten yang notabene memang sebagai tempat berdirinya pabrik dari beragam industri.

“Terhitung Juni 2019, sudah ada 25 pabrik yang berinvestasi di Jawa tengah dan mendapatkan izin. Dari 25 pabrik itu, sebagai besar dari Banten,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here