Pabrik Kelapa Sawit Ancam Wisata Citando

LEBAK, (KB).- Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Senanghati Kecamatan Malingping dinilai akan mengancam terhadap keberadaan objek wisata air panas Citando. Alasannya, pabrik itu akan menggunakan akses Jalan Panenjoan-Senang Hati yang dampaknya akan merusak kondisi jalan.

“Jalan Panenjoan-Senang Hati merupakan akses utama menuju objek wisata Citando. Jalan itu kini digunakan oleh aktivitas pabrik, dampaknya tentu akan mempercepat jalan rusak dan ujungnya mengancam pada keberlangsungan wisata Citando,” kata Kades Senang Hati Endang Sunarna, Senin (6/1/2020).

Ruas jalan Panenjoan-Senang Hati pada tahun 2018 dibangun oleh Pemkab Lebak dari APBD II Lebak sebesar Rp 3,8 miliar. Jalan itu sengaja dibangun guna menunjang destinasi wisata Citando. Namun, dengan adanya pembangunan pabrik kelapa sawit tentu itu akan sangat berdampak pada keberadaan wisata Citando.

“Pabrik sawit ini juga sempat diprotes warga. Karena, bertentangan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan PKS yang ditandatangani pada 19 September 2018,” ujarnya.

Pihaknya juga sempat didatangi beberapa orang yang mengaku perwakilan dari pihak perusahaan. Mereka meminta izin penggunaan Jalan Panenjoan-Senang Hati selama proses pembangunan pabrik kelapa sawit berlangsung.

“Kalau saya gak keberatan selama menempuh prosedur dan tidak menyebabkan kemacetan akibat antrean truk membawa sawit ke pabrik nantinya,” ucapnya.

Pembangunan pabrik kelapa sawit di atas lahan sekitar empat hektare yang akses jalannya menggunakan jalan yang baru selesai dibangun oleh Pemda Lebak. Sejauh ini baru sebatas menandatangani izin lingkungan dari warga sekitar lokasi pabrik.

“Kalau soal jalan nanti saya akan minta MoU dengan pihak pemilik perusahaan bagaimana pemeliharaannya,” ujarnya.

Salah seorang aktivis Malingping, Yudi Guntara mengatakan, belakangan ini tersiar kabar akan berdiri pabrik kelapa sawit di Desa Senanghati Kecamatan Malingping yang sedang memproses perizinan dan sudah mendapat izin lingkungan yang sudah ditandatangani Kepala desa (Kades) Senanghati, Endang.

”Memang baru akan memproses izin dan sudah punya bekal izin dari masyarakat di lingkungan lokasi pabrik katanya. Sebagai warga kami hanya mengingatkan saja agar pemerintah tidak mudah memberikan izin, khususnya izin,” ucapnya.

Menurutnya, beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan, yaitu nasib objek wisata Citando. Selain itu, pembangunan pabrik juga menggunakan jalan pemerintah daerah yang baru selesai dibangun. ”Jalan itu kan dibangun untuk membuka akses wisata. Kalau rusak bagaimana?,” ucapnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here