OTT Direktur Produksi dan Teknologi, Dirut Krakatau Steel Kumpulkan Jajaran Direksi

JAKARTA, (KB).- Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Steel (KS) Silmy Karim merespon serius kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Direktur Produksi dan Teknologi PT KS Wisnu Kuncoro, Jumat (22/3/2019) lalu.

Silmy mengaku akan mengumpulkan seluruh manajemen PT KS, membahas good corporate governance (GCG) atau tatakelola perusahaan yang baik, Senin (25/3/2019).

Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Basement Gedung Krakatau Steel (KS), Jalan Gatot Subroto Kavling 54, Jakarta, Ahad (24/3/2019), Silmy mengungkapkan manajemen shock akan insiden tersebut. Karena itulah ke depan, ia ingin memastikan kejadian sama tidak akan terulang kembali.

“Ini adalah momentum yang tepat, disaat ada cobaan memang harus dilihat dari sisi yang lain. Memang besok saya berencana mengumpulkan jajaran manajemen, untuk bagaimana cara memperkuat komitmen penegakan GCG. Ini harus menjadi yang terakhir, tidak ada lagi yang coba-coba. Ke depan akan zero tolerance terhadap penerapan GCG,” katanya.

Menurut Silmy, tindakan yang dilakukan Wisnu merupakan aksi individu. Silmy menegaskan hal tersebut tidak ada kaitan dengan standar kesejahteraan jajaran direksi PT KS.

“Tindakan yang dilakukan itu sifatnya individu. Ditanya pendapatan, itu kembali lagi kepada individu. Lagi pula, sudah banyak kasus dimana faktor gaji tidak menjadi satu dasar terhadap kejadian yang melanggar hukum,” ujarnya.

Silmy pun menegaskan jika insiden OTT kemarin tidak memengaruhi kinerja PT KS. Begitu pula pada produksi baja PT KS yang saat ini tengah menunjukan trend positif.

“Ini tidak akan berpengaruh pada kinerja perusahaan. Lagi pula, kami telah memiliki Pak Rahmat Hidayat (Direktur SDM PT KS) sebagai Plt Direktur Produksi dan Teknologi. Pak Rahmat memang telah menjadi Plt, karena yang bersangkutan telah mengambil cuti sejak satu bulan yang lalu,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Silmy, ia secara langsung mengambil alih kebijakan-kebijakan strategis berkaitan dengan produksi baja PT KS. Khususnya terkait dengan rencana pembangunan Hot Strip Mills (HSM) 2.

“Saat ini kan ada rencana investasi 400 juta dolar, mayoritas untuk penyelesaian proyek HSM 2 yang rencananya diselesaikan April nanti. Saya sendiri mengambil alih hal-hal strategis program Pak Wisnu, saya dibantu pak Rahmat yang memang telah menjabat Plt Direktur Produksi dan Teknologi sejak sebulan lalu,” ungkapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here