OSKI-PTKI 2019, Mahasiswa UIN Banten Penerima Program SKSS Baznas Raih Medali Emas

SERANG, (KB).- Siti Nurhayati, mahasiswa UIN Banten penerima program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Baznas Banten berhasil meraih juara pertama Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI) 2019.

Berkat prestasinya, mahasiswa Jurusan Perbankan tersebut, meraih penghargaan berupa medali emas. Selain itu, dia juga mendapat uang pembinaan, dan satu unit laptop.

Kegiatan yang digelar Ditjen Pendidikan Islam Kemenag ini diikuti sebanyak 646 mahasiswa dan dosen rumpun ilmu sain dan teknologi. Mereka berasal dari UIN dan IAIN seluruh Indonesia. Kompetisi ilmiah tersebut dilaksanakan di Hotel The Rinra Makasar pada 14-16 November 2019.

Keterangan yang berhasil dihimpun Kabar Banten, pada ajang kompetisi tersebut, Nurhayati mengikuti cabang lomba karya inovasi mahasiswa. Peserta yang masuk final pada cabang lomba ini sebanyak 25 finalis.

Para finalis tersebut antara lain dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Palangka Raya, dan UIN Sunan Ampel Surabaya,.

Kemudian dari UIN Alauddin Makassar, IAIN Tulungagung, IAIN Salatiga, UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, IAIN Jember, IAIN Batusangkar, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Ketika diminta tanggapan atas prestasi tersebut, Nurhayati mengucapkan syukur alhamdulillah. “Ini semua atas izin Allah dan kekuasaan-Nya,” kata Nurhayati.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendoakan dan mendukungnya. “Terutama keluarga tercinta, Baznas Provinsi Banten, dosen, rekan-rekan di UIN Banten serta seluruh organisasi tempat saya beraktivitas,” katanya.

Nuhayati percaya di balik kesuksesan dan keberhasilannya ada kekuatan doa yang tulus dari orang-orang yang menyayanginya. “Terutama doa kedua orang tua, umi dan bapak yang menjadi salah satu alasan terbesar saya untuk terus meraih prestasi,” ujarnya.

Khittah PTKI

OSKI 2019 dibuka Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim. Saat meberikan sambutan, Arskal Salim mengatakan, pasca transformasi kelembagaan PTKI menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), sejumlah program studi dan keilmuan berbasis rumpun sains dan teknologi telah berkembang dengan pesat.

“Oleh karenanya, tuntutan PTKI saat ini adalah di samping mampu melahirkan sarjana yang ahli di bidang keislaman, juga ahli di bidang sains dan teknoligi,” tuturnya.

OSKI 2019, kata Arskal, hadir sebagai wujud nyata atas implementasi khittah PTKI yang berorientasi pada integrasi keilmuan.

“Sejumlah cabang sains dan karya inovasi yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan PTKI se-Indonesia dikompetisikan secara terbuka, jujur dan sportif,” katanya.

Selain sejumlah mata-mata lomba, dalam olimpiade itu juga diadakan pameran yang merupakan kreativitas dan temuan para peserta dan sejumlah perguruan tinggi. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here