Organda Minta Mudik Gratis Warga Banten

H. Emus Mustagfirin, Ketua Organda Banten.*

PANDEGLANG, (KB).-‎ Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Banten, H. Emus Mustagfirin mengkritik kebijakan Pemprov Banten yang sudah dua tahun tidak merealisasikan soal mudik gratis. Emus berharap ke depan mudik gratis bisa dinikmati warga Banten.

Menurut Emus, ‎ sejak 2017 Organda pernah mengusulkan mudik gratis untuk warga Banten dianggarkan  dalam APBD Banten pada Dinas Perhubungan (Dishub) Banten.

“Ya, dulu Pemprov melalui Dishub Banten menggelar mudik gratis. Namun sayangnya wakt itu yang menikmati mudik gratis  mayoritas  warga luar Banten, seperti Jawa dan Cirebon. Sedangkan mudik gratis rute dalam provinsi seperti Jakarta-Labuan, Banten dan Banten Selatan tidak pernah ada. Nah dari situ lah saya mengusulkan ke Pemporov agar mudik gratis juga bisa dinikmati warga Banten,” kata Ketua Organda Banten, H. Emus Mutagfirin kepada Kabar Banten, Jumat (17/5/2019).

Menurut Emus, mudik gratis yang biasa dilaksanakan setiap tahun oleh Dishub Provinsi Banten itu didanai APBD Provinsi Banten sebesar Rp 1,5 miliar. Namun sudah dua tahun ini mudik gratis tidak ada.

“Ya, padahal kami dari Organda pernah mengusulkan dalam Musrenbang tentang pola dan sistem mudik gratis agar  di rubah. Dari yang tadinya rute mudik setiap tahun dari Banten ke Jawa. Kami usulkan dirubah menjadi Jakarta- Labuan. Merak – Cibaliung- Serang – Cibaliung. Kemudian Malingping-Cikeusik-Tanjung Lesung. Dengan rure itu nantinya masyarakat Banten bisa menikmati manfaat mudik gratis,” ujar Emus.

Menurut dia, seharusnya dari dulu kebijakan mudik gratis harus mempriorotaskan warga pribumi. Sebab masih banyak warga Pandeglang yang kerja di Jakarta butuh angkutan mudik gratis ke Banten atau sebaliknya. Dengan demikian, alokasi anggaran mudik yang digelontorkan Pemprov Banten bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Banten.

Selain mengkritik soal mudik gratis, Organda Banten juga meminta Pemprov agar memperhatikan kondisi traffic light atau lampu setopan‎ yang sudah tidak berfungsi seperti di jalan Kadubanen. Sebab, traffic light itu sering mati. “Jadi, kami mohon Pemprov bisa memperbaiki traffic light demi kepentingan masyarakat,” ujarnya. (EM)*‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here