Opsi Penundaan Pilkada Serentak 2020 Belum Diputuskan

SERANG, (KB).- Opsi penundaan Pilkada Serentak 2020 yang disepakati Komisi II DPR RI, Kemendagri, Bawaslu RI, dan DKPP belum final. Soalnya, kesepakatan baru sebatas perihal penundaan, belum secara detail membahas mekanisme dan kapan pilkada akan dilaksanakan.

Diketahui, Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP sepakat menunda tahapan Pilkada Serentak 2020 akibat pendemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sejumlah opsi muncul, salah satunya penyelenggaraan Pilkada 2020 ditunda hingga 2021.

Komisioner KPU Banten Masudi mengatakan, kesepakatan tersebut baru sebatas opsi penundaan, atau tidak secara detail menyebutkan kapan pilkada berlangsung.

“KPU menyampaikan tiga opsi penundaan. Dan itu belum ada putusannya, tetapi memang sepakat untuk ditunda,” katanya, Selasa (31/3/2020).

Mengingat belum mengerucut secara detail, maka kesepakatan itu dianggap baru sebatas kesepakatan politik.

“Karena itu, kesepakatan rapat yang menurut saya baru berupa kesepakatan politik, belum lagi menjadi keputusan hukum,” ujarnya.

Adapun penundaan tahapan pilkada yang sudah berlaku sebagaimana keputusan KPU, yaitu pelantikan PPS, verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan, pembentukan PPDP, dan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

“Empat tahapan ini sudah diputuskan KPU untuk ditunda lewat keputusan KPU Nomor 179/2020 tanggal 21 Maret yang lalu,” katanya.

Keempat tahapan tersebut ditunda sampai status masa tanggap darurat virus corona usai.

“Atau sampai ada keputusan lain dari para pihak. (Saat ini) praktis tidak ada tahapan yang berjalan, karena tahapan yang ditunda itu adalah tahapan yang waktu pelaksanaanya dimulai di Maret. Terkait sosialisasi tetap bisa dilakukan dengan memaksimalkan media sosial,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni tak keberatan Pilkada serentak 2020 ditunda. Menurut dia, negara memiliki tanggung jawab prioritas yaitu menangani pandemi virus corona.

“Kita harus memprioritaskan bagaimana melindungi rakyat dengan segala potensi yang ada. Penundaan pilkada memang diperlukan demi melindungi rakyat. Yang paling prioritas sekarang ini apa, melindungi rakyat,” katanya.

Senada, Ketua Bapilu DPD Demokrat Banten Azwar Anas mengatakan, dalam situasi saat ini sudah sepantasnya tahapan pilkada serentak ditunda.

“Karena permasalahan virus corona ini kan penting yah. Banyak memakan korban, jadi memang lebih harus ditangani secara serius,” katanya.

Jika dipaksanakan, kata dia, tahapan pelaksanaan pilkada tetap akan terganggu virus corona.

“Tahapan kampanye akan terganggu, kan tidak boleh mengumpulkan orang dalam jumlah yang cukup besar, enggak maksimal,” ucapnya.

Ia tak menampik, perubahan jadwal pilkada mempengaruhi strategi pemenangan partainya.

“Pasti mempengaruhi. Tapi kita enggak bisa mengambil keputusan sendiri. Karena memang keputusan bersama,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here