Oplos Miras dengan Obat Masuk Angin, Dua Pemuda di Teluknaga Tewas

TANGERANG, (KB).- Dua dari tujuh pemuda tewas setelah menenggak minuman oplosan. Mereka mencampurkan alkohol dengan obat masuk angin dan ditenggak secara bersama-sama. Pesta minuman oplosan itu terjadi di Lapangan Bola Kampung Kebon Sereh, Desa Pangkalan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/11/2017). “Minuman yang diminum alkohol, obat dicampur bigcola, ale-ale, (obat batuk) komik dan obat masuk angin,” kata Kapolsek Teluknaga AKP Fredy Yuda, Kamis (23/11/2017).

Korban tewas diketahui bernama Alfarizi (18) dan Koharudin (24) serta lima korban selamat lainnya dirawat di Rumah Sakit BUN. “Korban meninggal dunia akibat pesta minuman oplosan dan mereka mengoplosnya sendiri,” ujar Fredy Yuda. Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan polisi di antaranya bekas bungkus komik, antangin, tutup botol bigcola, plastik minuman dan bekas muntahan. “Sisa minuman sudah tidak diketemukan,” ucap Fredy.

Motor dibawa kabur

Sementara itu di tempat berbeda, seorang pedagang es dawet berinisial HS (29) diringkus aparat Polres Metro Tangerang karena menggelapkan satu unit sepeda motor milik temannya. HS yang awalnya meminjam motor untuk membeli miras malah membawa kabur motor tersebut. Peristiwa itu bermula saat HS yang sehari-hari berdagang es dawet di depan Pemkot Tangerang meminta temannya Winta untuk mengantarnya membeli miras berjenis Rajawali.

Winta pun mengabulkannya dengan menyuruh rekannya Sugianto untuk mengantarkan HS menggunakan sepeda motor miliknya Honda Supra-X bernopol B 6797 CZQ. “Setelah sampai di warung, ternyata warung tersebut tidak menjual minuman keras Rajawali,” kata Kasubag Humas Polrestro Tangerang Kota, Kompol Triyani, Kamis (23/11/2017).

Karena warung itu tidak menjualnya, HS pun meminjam sepeda motor tersebut untuk mengambil minuman keras Rajawali di rumahnya. Namun Sugianto tidak diajak, dia pun asyik menunggu di warung selama 1 jam lamanya. “Saat itu pelaku tidak kembali lagi, dan sepeda motor korban tidak pernah dikembalikan,” ucap Triyani.

Korban pun kesal sampai-sampai melaporkan kejadian itu kepada Polsek Neglasari. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, keberadaan pelaku pun diketahui dan akhirnya ditangkap Rabu (22/11/2017).
“Penangkapan sekitar pukul 11.00 di depan Pemda Kota Tangerang pada saat pelaku sedang berjualan es dawet,” ujar Triyani. Atas kejadian tersebut, pelaku harus mendekam di Mapolsek Neglasari guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (DA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here