Selasa, 11 Desember 2018

Operasi Zebra 2018, 30 Persen Pelanggar Lalin di Tangsel Pelajar

TANGERANG, (KB).- Operasi Zebra yang digelar Polres Tangsel selama dua pekan berakhir telah berakhir. Berdasarkan data Sat Lantas Polres Tangsel, 30 persen pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas (lalil) adalah pelajar.

Data tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan tilang terhadap 5.741 kendaraan roda dua, 2.097 mobil penumpang, dan 311 mobil kendaraan barang termasuk truk tronton pengangkut tanah.

“Ada 2.790 pelajar atau mahasiswa dari total 8.637 pelanggar,” katanya di Mapolres Tangsel, Selasa (13/11/2018).

Ia melanjutkan, pelanggaran tersebut didominasi oleh pengendara roda dua, sisanya adalah pengendara roda empat. “(Jenis pelanggarannya) mayoritas pelanggaran rambu-rambu, lawan arus, dan kelengkapan surat-surat (kendaraannya),” ujarnya.

Sementara, berdasarkan titik lokasi, lalu menyebut beberapa jalan yang merupakan ruas jalan arteri di wilayah hukum Polres Tangsel, di antaranya Jalan Raya Serpong, Jalan Ir Juanda Ciputat, dan Jalan Raya Legok. “Data ini meningkat seribu pelanggar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, Sat Lantas Polresta Tangerang menilang 4.300 pelanggar lalu lintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih selama digelarnya Operasi Zebra Kalimaya dua pekan kemarin, Selasa (30/10/2018) hingga akhir Senin (12/11/2018).

Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Ari Satmoko menuturkan, pelanggar lalu lintas masih didominasi pengendara roda dua. Sementara, jenis pelanggarannya, yaitu tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) serta tidak melengkapi surat tanda kepemilikan kendaraan (STNK). “Jadi, pelanggar saat ini masih didominasi kendaraan roda dua yang paling besar intensitas pelanggarnya,” tuturnya, Selasa (13/11/2018).

Ia mengatakan, jenis pelanggaran lainnya yang dilakukan para pengendara, yaitu tidak melengkapi kelengkapan kendaraan, seperti kaca spion, selain itu juga kondisi lampu tidak menyala serta melawan arus. Berdasarkan data operasi tersebut, dia menyebut kepatuhan pengendara terhadap peraturan lalu lintas masih harus ditingkatkan, karena, kata dia, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Tangerang masih terbilang tinggi.

“Budaya tertib dan patuh peraturan lalu lintas harus semakin ditingkatkan, sementara saat ini jumlah kendaraan roda dua semakin banyak. Yang harus diingat, keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas, bukan hanya patuh saat ada petugas, namun patuh untuk keselamatan diri sendiri,” katanya. (DA)*


Sekilas Info

Tiga Menteri Groundbreaking Rusunami di Stasiun Rawabuntu

TANGERANG, (KB).- Tiga Menteri Kabinet Kerja yakni Menteri BUMN Rini Soewarno, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyono, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *