Operasi Penyalahgunaan Obat, Toko Obat Ilegal Disidak

SERANG, (KB).- Petugas gabungan dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menginspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko obat dan apotek di Kawasan Serang Timur, Jumat (22/9/2017). Sidak dilakukan untuk pemantauan terhadap obat-obat tertentu yang marak disalahgunakan. Pantauan Kabar Banten, petugas melakukan sidak pertama di Perumahan Cikande Permai, Desa Cikande/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Pertama, petugas menyambangi sebuah toko obat yang diduga tidak berizin. Sayangnya saat petugas datang, toko obat tersebut sedang tidak beroperasi atau tutup.

Petugas lalu bergeser ke Toko Obat Barokah di Blok C1, Nomor IV. Di toko obat tersebut, petugas tidak bertemu dengan pemiliknya. Petugas hanya bertemu dengan pegawai obat yang bukan seorang apoteker atau asisten apoteker bernama Wela Nova. “Ibu lagi ada kegiatan di Serang (Kota Serang). Ini (toko obat) yang punya guru,” katanya saat ditanyai petugas. Ia menuturkan, Toko Obat Barokah belum mengantongi izin dari pemerintah. Proses izin toko obat tersebut mengalami kendala, karena apoteker sebelumnya mengundurkan diri, sehingga belum memenuhi persyaratan. “Lagi diurus sama ibunya (perizinan). Saya baru tiga bulan kerja di sini saya enggak tahu kalau (lamanya operasi toko obat),” ujarnya.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai tersebut, petugas lalu melakukan pencarian terhadap obat-obat tertentu yang sering0 disalahgunakan, seperti dumolid, tramadol, trihexypenidil, dextromethorpan, nitrazepam, chlorpromazine, amytriptilline, golongan diazepam atau benzodiazepine. Namun, obat tersebut tidak ditemukan. Petugas lalu bergeser ke Apotek Ciruas Farma di Jalan Serang Jakarta, KM 9, Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Di tempat tersebut, petugas tidak menemukan obat-obat tertentu. Petugas hanya menemukan izin apotek yang belum diperbarui. Kasat Resnarkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna menuturkan, sidak yang dilakukan tersebut merupakan instruksi langsung dari kapolri terkait maraknya penyalahgunaan obat akhir-akhir ini. “Selain itu, juga ini kegiatan ini merupakan perintah undang-undang dalam pengawasan terhadap obat-obat yang beredar,” ucapnya.

Ia mengatakan, meski tidak menemukan obat-obat tertentu, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan. Sebab, pada bulan ini, pihaknya berhasil membongkar penyalahgunan obat dengan meringkus 3 orang tersangka dengan barang bukti 5.199 butir obat. “Pada saat penjualan obat harus melekat dengan apoteker, agar konsumen mendapat pengawasan langsung, karena mengonsumsi obat itu kan harus ada resep dokter,” tuturnya.

Terkait dengan toko obat yang tidak berizin, dia menuturkan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pengusaha farmasi di wilayah hukum Polres Serang pada Selasa (26/9/2017). Setelah diberikan sosialisasi dan masih membandel tidak memiliki izin, maka pengusaha farmasi akan diproses pidana. “Di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sudah ditentukan badan usaha harus dilengkapi perizinan dan tenaga apoteker di Pasal 196-nya. Setelah sosialisasi masih melakukan pelanggaran, maka kami akan tindak saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinkes Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi menuturkan, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan terhadap pengusaha farmasi nakal, karena keterbatasan sumber daya manusia. Selain itu, juga kewenangan penindakan biasanya diserahkan kepada petugas Satpol PP dan kepolisian atau BPOM. “Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan hanya melakukan pembinaan, kami juga melakukan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan melalui kegiatan sosialisasi atau inspeksi dan pra-perizinan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihak Dinkes Kabupaten Serang memiliki catatan terhadap sejumlah toko obat atau apotek yang belum memiliki izin. Catatan tersebut diperoleh dari pembinaan terhadap pengusaha farmasi sejak dua tahun lalu yang tak kunjung mengurus perizinan. “Jumlahnya tidak lebih dari 10 persen dari data kami. Itu yang kami bina dua tahun lalu, tapi izinnya tak kunjung diurus,” ucapnya. (H-47)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here