Operasi Pasar tidak Gunakan Beras Impor

SERANG, (KB).- Kegiatan operasi pasar (OP) beras yang dilakukan Bulog Sub Divre Serang dipastikan tidak menggunakan beras impor yang didatangkan dari Vietnam. “Memang sudah ada beras impor yang datang, tapi kami pastikan tidak akan menggunakan beras tersebut untuk melakukan OP,” kata Kepala Bulog Sub Divre Serang, Fansuri Perbatasari kepada Kabar Banten, Senin (12/2/2018).

Ia menuturkan, OP akan tetap dilaksanakan hingga Maret 2018 mendatang atau hingga harga beras kembali normal. Sementara, untuk impor beras yang telah didatangkan ke Pelabuhan Merak, Banten dipegang Bulog Sub Divre DKI dan Banten. “Untuk beras-beras yang didatangkan dari Vietnam itu kan sudah diurus Bulog DKI dan Banten. Kami saat ini masih akan tetap melakukan OP dengan beras yang kami miliki saat ini. Untuk beras impor itu gimana ketentuan dari pihak sana saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid pada Bulog Sub Divre DKI dan Banten, Wawan Anwar menjelaskan, beras impor didatangkan ke Pelabuhan Merak untuk bongkar muat atau sebatas transit. Selanjutnya, beras-beras tersebut akan di simpan di Gudang Bulog Sub divre DKI dan Banten. “Pengawasannya dari Bulog, Mabes Polri, dan Ketua Satgas Pangan RI. Berasnya masuk gudang Bulog untuk selanjutnya kami simpan sesuai arahan pemerintah pusat,” ucapnya.

Jumlah beras yang masuk, sekitar 50.000 sampai 60.000 ton dari Vietnam. Beras-beras tersebut dibawa ke gedung untuk disimpan atau dalam hal tersebut, Bulog hanya dititipkan saja. “Ini kan beras pemerintah, jadi untuk apanya nanti tunggu keputusan pemerintah saja,” tuturnya. Sementara, untuk OP, pihaknya belum mendapat petunjuk menggunakan beras tersebut. Menurut dia, terpenting beras yang sudah datang dapat masuk gudang selanjutnya menunggu keputusan pemerintah. “Beras itu ada 2 jenis yang didatangkan. Jadi, kami akan simpan di gudang sebanyak 50.000 sampai 60.000 ton itu,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Soeharso membenarkan, beras impor asal Vietnam sudah masuk di Banten. Meski demikian, dia tak mengetahui secara rinci terkait besarannya. “Iya benar, kuota untuk Banten 50.000 ton, tapi enggak tahu sekarang berapa yang masuk,” ujarnya. Ia menjelaskan, beras impor tersebut dikirim ke Gudang Bulog Sub Divre DKI Jakarta-Banten. Beras tersebut akan dijadikan pengganti cadangan beras pemerintah. “Nanti terlebih dahulu ke Bulog Divre DKI Jakarta-Banten untuk jadi cadangan beras,” ucapnya. (TM/RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here