Selasa, 19 Juni 2018
Anggota polisi menggunakan kendaraan pengurai massa (Raimas) mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018, di Alun-alun Pandeglang, Kamis (7/6/2018).*

Operasi Ketupat 2018: Polisi Dilengkapi Rompi Anti Peluru

PANDEGLANG, (KB).- Sekitar 500 aparat keamanan yakni Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan anggota Pramuka dikerahkan ikut Operasi Ketupat 2018. Pada Operasi Ketupat itu, seluruh anggota polisi dilengkapi rompi anti peluru dan senjata laras panjang. Rencananya, operasi tersebut akan berlangsung selama 18 hari, terhitung tanggal 7-24 Juni 2018.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono mengatakan, sebanyak 500 petugas gabungan itu di antaranya unsur Polri sebanyak 180 anggota, 20 anggota TNI dan sisanya dari petugas Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Pramuka.

“Jumlah personel dari polisi 180, dibantu rekan-rekan dari TNI, Dishub, Dinkes, Pol PP, Pramuka, PMI, dan Bencana alam. Kami libatkan semua untuk pengamanan Operasi Ketupat,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono seusai memimpin gelar pasukan operasi ketupat di Alun-alun Pandeglang, Kamis (7/6/2018).

Menurut dia, dalam melaksanakan tugas operasi pekat, ratusan anggota kepolisian akan dilengkapi dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang. Hal itu sebagai bentuk antisipasi menghadapi berbagai tindak kejahatan. Karena mereka akan bertugas hingga tanggal 24 Juni mendatang.

“Kami siapkan personel dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru. Ini pengamanan dengan body system. Artinya, satu orang akan diawasi lagi oleh anggota lain, begitu juga seterusnya,” ucapnya.

Untuk mengamankan arus mudik maupun liburan pascalebaran, lanjut Kapolres, telah didirikan 5 posko pengamanan yang tersebar disejumlah titik. Posko tersebut akan diprioritaskan di lokasi yang rawan tindak kriminal dan kemacetan, seperti kawasan Pantai Carita dan Simpang Mengger.

“Tidak ada tempat khusus, karena daerah kita bukan daerah yang jangkauannya panjang seperti jalur mudik lainnya. Tetapi tetap kami menyiapkan posko untuk mengantisipasi jika ada masyarakat yang sakit atau kelelahan saat berkendara,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Dandim 0601 Pandeglang, Letkol Inf. Fitriana Nur Heru Wibawa mengatakan, setiap hari akan menerjunkan 20 prajurit secara bergantian. Bahkan Koramil yang dilalui para pemudik juga telah diperintahkan untuk bersiaga selama 24 jam membantu kegiatan kepolisian.

“Personel yang kami terjunkan sebanyak 20 orang per hari. Sedangkan prajurit disetiap Koramil yang dilintasi pemudik, wajib siaga apabila terjadi sesuatu, maka bisa memback-up kegiatan kepolisian,” tuturnya.

Dandim menambahkan, selain posko gabungan, TNI juga menyiapkan Koramil yang dilintasi pemudik sebagai posko. Di antaranya Koramil Cadasari, Cimanuk, dan Labuan. Dandim menyarankan para pengendara untuk memanfaatkan posko yang disiagakan guna memulihkan stamina.

“Memang, perjalanan bukan jauh yang melelahkan. Namun mungkin karena kelelahan, silakan saja bertanya ke Koramil yang dilintasi pemudik seperti Koramil Cadasari, Cimanuk, Labuan. Kalau ada yang lelah, silakan istirahat terutama pengendara yang menuju Pandeglang selatan,” ucapnya. (IF)*


Sekilas Info

Idul Fitri 1439 H, Irna Narulita: Iman Islam Adalah Kekuatan Pembangunan

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita bersama keluarga serta ribuan masyarakat menunaikan shalat Ied 1439 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *