OPD Pemprov Banten Lambat Ajukan Lelang

SERANG, (KB).- Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Banten menyatakan, organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Banten lambat mengajukan lelang barang dan jasa. Padahal, Gubernur Banten, Wahidin Halim telah memberikan instruksi, agar lelang diajukan sejak Desember 2017.

Kepala Sub Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Banten, Saeful Bahri Maemun mengatakan, sejak Desember 2017, Gubernur Banten, Wahidin Halim telah menginstruksikan seluruh OPD untuk mengajukan lelang, agar pengerjaan pembangunan berjalan sesuai target.

“Ada juga lelang sekarang ini yang rutin saja, misalnya lelang makan dan minum pasien dan belanja outsourching. Itu mah kan enggak bisa telat, kasihan pasiennya nanti,” katanya saat ditemui di Kantor ULP Pemprov Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (4/1/2017).

Menurut dia, instruksi Gubernur Banten tersebut menjadi hal positif, apalagi untuk proyek fisik. Karena, proses pengajuan lelang berpengaruh terhadap pengerjaan. Hitungannya, ujar dia, jika pengajuan lelang sudah dilakukan sejak Desember 2017 atau Januari 2018, maka November 2018 proyeknya sudah rampung. “Proyek fisik itu kan 10 bulan pengerjaannya,” tuturnya.

Pengajuan lebih awal juga dinggap langkah baik untuk mengantisipasi gagal lelang. Ia menuturkan, jika Januari pengajuan dilakukan dan proses lelang gagal, OPD masih punya waktu untuk lelang ulang.
“Lelang normal itu butuh waktu 45 hari, kalau gagal lelang tambah 20 hari. Kalau Januari sudah lelang bisa dilakukan, maka Februari atau Maret sudah bisa mulai pengerjaan, terutama fisik dengan kontrak selama 10 bulan. Kalau lelangnya di pertengahan tahun ya enggak bakal ke kejar, apalagi kalau ada gagal lelang,” ucapnya.

Ia mengatakan, tidak mengetahui persis alasan OPD belum mengajukan lelang. Sejauh ini, pihaknya juga sudah beberapa kali melayangkan surat kepada OPD di Lingkungan Pemprov Banten. “Pak Gubernur Banten dalam beberapa kesempatan sudah menekankan kepada OPD,” katanya.

Ia menuturkan, pentingnya pengajuan lelang lebih cepat, belajar dari tahun sebelumnya 3 lelang proyek pada 2017 tidak terlaksana gara-gara tidak cukup waktu. “Proyek Jalan Sumur-Tanjung Lesung, instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) RSUD Banten, dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT),” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Nuraeni mendesak, agar seluruh OPD segera mengajukan lelang kepada ULP. Sehingga, anggaran yang telah dialokasikan dapat digunakan.
“Saya sepakat apa yang menjadi arahan (Gubernur Banten, Wahidin Halim), DPRD mendorong, agar dilaksanakan secepatnya,” katanya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here