OPD Mitra Penerima Hibah dan Bansos Diminta Buka Posko Konsultasi

SERANG, (KB).- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Nandy Mulya S meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mitra penerima hibah dan bantuan sosial (bansos), agar membuka posko konsultasi. Hal tersebut dilakukan, agar penerima hibah mudah mendapatkan pengarahan tentang pertanggungjawaban hibah.

“Setiap tahun pemprov sangat memerhatikan lembaga kemasyarakatan maupun lembaga pemerintah yang membantu tugas-tugas pemerintah melalui pemberian hibah. Agar semua lancar, hibah berkah, kami melakukan bimbingan teknis ke OPD mitra penerima hibah, beberapa waktu lalu,” katanya, Jumat (27/7/2018).

Pengarahan dari OPD terkait diharapkan dapat langsung menyentuh dan jelas, sehingga pertanggungjawaban hibah lepas dari penyimpangan.  Pada 2018, ada 12 OPD mitra penerima hibah. Adapun alokasi anggaran yang disiapkan, adalah Rp 2,1 triliun untuk hibah dan Rp 67 miliar untuk bansos.

“Paling banyak di Biro Kesra ada 117 mitra penerima. Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) itu (mitra penerimanya), seperti Polda, Korem,” ujarnya.

Ia berharap, upaya tersebut, dapat membuat pengelolaan hibah di Provinsi Banten berjalan dengan baik, agar ke depannya Pemprov Banten kembali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Jangan sampai gara-gara bansos, enggak dapat WTP lagi dari BPK ,” ucapnya.

Menurut dia, hal tersebut sebagai bagian dari tindak lanjut dari bimbingan teknis (bintek) tata cara pertanggungjawaban hibah dan bansos yang digelar BPKAD Banten kepada 12 OPD di Aula Bappeda Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (18/7/2018) lalu.

Inspektur Pemprov Banten, E Kusmayadi menuturkan, pihaknya tak akan segan untuk menindak setiap penyimpangan pada penggunaan hibah dan bansos. “Ikuti aturan saja. Kalau kesalahan administrasi bisa diperbaiki, kalau soal uang tak ada ampun. Kalau ada unsur pidana kami juga sudah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk penanganannya,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here